Australia Lecehkan Pancasila, Politikus PDIP Ini Kritik Sikap Tegas Panglima TNI


FAKTAMEDIA.NET - Keputusan TNI menunda kerja sama militer dengan Australian Defence Force (ADF) dikritik Anggota Komisi I DPR Charles Honoris. ‎Dia menganggap keputusan TNI berpotensi mengganggu hubungan kedua negara.

"Pemerintah tidak boleh emosional dan harus kedepankan rasionalitas," kata Charles saat dihubungi wartawan, Kamis (5/1/2017).

Charles mengaku, sudah mendapatkan penjelasan dari perwakilan Australia di Indonesia dan mendapatkan klarifikasi atas insiden tersebut.

Dia mendapakan informasi adanya oknum personel militer Australia yang diduga melecehkan Pancasila. Namun kata dia, perbuatan oknum itu tidak mewakili pandangan Pemerintah Australia.

Pemerintah Australia dikatakannya sudah meminta maaf dan melakukan investigasi serta menindak oknum prajurit yang diduga melakukan pelanggaran tersebut.

Politikus‎ Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ‎(PDIP) ini mengatakan, ‎Australia adalah mitra strategis bagi Indonesia, khususnya dalam bidang perdagangan dan pemberantasan terorisme.

"‎Agak lucu kalau kelakuan oknum serdadu dijadikan alasan untuk memutuskan kerja sama pertahanan. Saya harap Panglima TNI jangan jadikan isu ini untuk pencitraan saja," tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, militer Indonesia menangguhkan kerja sama militer dengan Australia. Alasan penangguhan disebutkan karena alasan teknis. Namun menurut sejumlah laporan, kerja sama ini ditangguhkan karena militer Australia tidak sopan.

Dilansir dari Reuters pada Rabu 4 Januari 2016, disebutkan pelatihan pasukan khusus Indonesia melihat adanya materi yang menghina prinsip Pancasila dalam program pelatihan Australia yang mencakup kepercayaan kepada Tuhan, persatuan Indonesia, keadilan sosial, dan demokrasi.

Sumber : sindonews

Subscribe to receive free email updates: