TERUNGKAP! SARI ROTI Pernah DIBOIKOT BURUH Karena Abaikan Hak 633 Pekerjanya!


FAKTAMEDIA.NET - Seruan boikot Sari Roti ternyata tak hanya terjadi saat ini, dan tak hanya dilakukan oleh umat Islam, seperti tudingan beberapa pihak yang selalu sinis dengan gerakan umat Islam.

Tahun 2013 lalu, seperti dikabarkan solidaritas.net, seruan boikot Sari Roti pernah bergema di media sosial Facebook. Seruan tersebut dipicu tindakan pihak produsen  Sari Roti (PT Nippon Indosari Corpindo - NIC) Tbk,  yang mendiskualifikasi 633 buruh secara sepihak.

Akun Federasi Pekerja Industri Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FKI-SPSI) mengunggah gambar yang bertuliskan “Boikot Produk Sari Roti” dan “633 Buruh Sari Roti Selama 5 Bulan Tidak Digaji”.

Seruan ini mendapatkan banyak dukungan dari buruh.

“siap dukung boikot produk sari roti…” tulis akun Yono Choy.

Penulis buku fiksi laris, Ken Ndaru ikut membagikan gambar tersebut sembari mempertanyakan nasib buruh.

“Bisakah perusahaan Indonesia mendapat profit tanpa menelantarkan hak-hak buruhnya?”, tanyanya.

Boikot dilakukan karena sudah lima bulan, buruh Sari Roti tidak menerima gaji dan tanpa kejelasan status, diterlantarkan begitu saja. Buruh menuntut agar dipekerjakan kembali.

Salah seorang buruh PT NIC, Taufik menyatakan sejak awal pengusaha PT NIC melakukan pelanggaran dengan menempatkan buruh outsourcing di bagian produksi utama sejak tahun 2006.

Hal ini bertentangan dengan Pasal 66 ayat 1 UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Selain itu, manajemen PT NIC juga dinilai melakukan pemberangusan serikat pekerja.

“Manajemen PT NIC melakukan mutasi  berkedok promosi ke luar pulau Jawa kepada dua orang pekerja yang notabene dua orang pekerja ini adalah mantan pengurus PUK SPSI yang akan memperkenalkan serikat pekerja baru,” ujar Taufik saat Konsolidasi Nasional Aliansi Buruh se Indonesia, akhir September 2013, di Gedung Juang Jakarta.

Bertolakbelakang dengan nasib buruhnya, PT NIC justru meraup kenaikan keuntungan sebesar 30 persen dari Rp153 miliar menjadi Rp199 miliar pada tahun 2012. Produksi meningkat dari dua juta menjadi tiga juta potong roti per hari.

Pada tahun itu juga, perusahaan membangun  dua pabrik baru di Palembang dan Makassar  serta menambah masing-masing satu lini mesin pada tiga pabrik yang sudah ada di Pasuruan, Semarang dan Medan.

“Perluasan perusahaan itu juga karena kontribusi kami yang sudah lama bekerja,” kata Fitri, buruh PT NIC lainnya.

Sumber : portalpiyungan

Subscribe to receive free email updates: