"Sebagai Perempuan Saya Memandang Kicauan Mbak JCS memang Diluar Nalar"


FAKTAMEDIA.NET - Di timeline saya penuh dengan postingan tentang Mbak JCS terkait kicauan vulgar dan tak senonoh yang ia tujukan untuk umat Islam dan FPI.

Belum sampai di situ, foto -foto pribadi yang tak sepatutnya ada, ditelanjangi di ruang publik.

Karena penasaran saya telusuri langsung ke akun twitter dan FB tapi memang sudah tidak aktif.

Kicauan Mbak JCS ini lebih tepatnya disebut HateSpeech. Walau sudah diklarifikasi bahwa itu kicauan 7 tahun lalu, tapi kicauan yang melabeli orang sebagai otak udang adalah bentuk pelabelan kebencian. Orang tidak sekolah pun tidak akan mengucapkan hal demikian.

Orang bilang; Memaafkan tapi belum tentu bisa melupakan. Ini yang sedang terjadi.

Sebagai perempuan, istri dan seorang ibu saya memandang kicauan Mbak JCS memang di luar nalar.

Masa seorang perempuan bisa berkicau sejorok itu? Tapi ya begitu adanya yang ditampilkan dari jejak kicauan Mbak JCS.

Masa seorang istri bisa begitu tidak punya malu mengicaukan hubungan suami istri di ruang publik? Tapi ya begitu yang ditampilkan oleh kicauan Mbak JCS di lini twitter.

Apa yang bisa diambil dari kejadian ini? Ini adalah pelajaran hidup untuk siapa saja untuk menjaga tingkah laku sekalipun hanya di sosmed.
Orang boleh melupakan status dan kicauanmu tapi Google akan selalu menyimpan jejak digitalmu .

Jejak digital ini lebih tajam dan liar. Ia bersifat pasif dan aktif. Ia tersimpan dan mudah dicari dan tidak akan pernah terhapus.

Dunia nyata mungkin keras dan penuh persaingan tapi dunia maya justru lebih kejam tanpa ekspresi dan emosi .

Bila kita belum bisa mengontrol emosi di sosmed, sebaiknya kita stabilkan perilaku dulu di kehidupan nyata.

Apapun yang menimpa kita bukanlah salah orang lain tapi karena hukum tabur tuai.

Sekali kita berkicau, maka tersimpan selamanya.

Mari kita jaga adab sekalipun di dunia maya. Jangan sampai jari dan kicauan kita membawa petaka. 

Sumber : islampos

Subscribe to receive free email updates: