Pernyataan Sari Roti Berbuntut Panjang, Netizen akan Datangi Pabrik Sari Roti


FAKTAMEDIA.NET - Pernyataan resmi (pers rilis) perusahaan Nippon Indosari Corpindo Tbk atau Sari Roti terkait ketidaksukaannya terhadap adanya nama Sari Roti pada acara 212 di Monas ternyata berbuntut panjang.

Seorang netizen bernama Muhammad Arif Kirdat melalui akun facebooknya mengungkapkan kekecewaannya terkait pernyataan pihak perusahaan tersebut. Karena menurut Arif roti tersebut dibeli oleh donatur dan dibayar untuk dibagikan kepada peserta aksi 212.

Menurut Arif, "kalau memang sari roti tidak membolehkannya, mengapa masih jualan dengan market umat islam".

Berikut selengkapnya pernyataaan Muhammad Arif Kirdat yang dapat kami kutip melalui akun facebooknya.

Alhamdulillah akhirnya tersambung juga dengan manajemen Pabrik Sari Roti di Cikande dengan Bu Ina dan Pak Heru.

Awalnya mereka muter-muter nggak mau ngasih nomer telepon pusat karena nomer telepon yang tertera di web tidak ada yg mengangkat. Kemudian saya minta nomer fax agar tuntutan kami bisa dikirim melalui fax, namun lagi-lagi jawabannya muter nggak ngasih.

Akhirnya saya katakan, insha Allah besok kami akan ke pabrik langsung untuk menyampaikan tuntutan. Ketika cara baik-baik ditolak, ya langsung saja didatangi. Saya bilang, jangankan ke pabrik di Cikande, ke Bursa Efek agar saham mereka makin merosot juga akan kami lakukan.

Pernyataan pada paragraf terakhir sungguh menyinggung kami yg ikut aksi 212. Lah yg beli juga donatur dan dibayar untuk dibagikan pada peserta aksi 212, kalau memang Sari Roti tidak membolehkannya, mengapa masih jualan dengan market umat Islam. Tunggu kami besok ya Pak Heru dan Bu Ina.

Sumber : beritaislam24h

Subscribe to receive free email updates: