Keren ! Ternyata Ini Rahasia Dibalik Kesuksesan Erdogan Merontokan Dollar AS


FAKTAMEDIA.NET - Akhirnya, Dollar AS turun di bawah ambang batas 3,50 terhadap lira Turki untuk pertama kalinya sejak 1 Desember pada hari Selasa, 6 Desember 2016.

Dolar turun ke point 3,4919 pada pukul 15:10 waktu setempat (1210 GMT).

Penurunan ini terjadi setelah sebelumnya Bank Sentral Turki mengeluarkan pernyataan bahwa perkiraan tingkat inflasi akan dipertahankan di angka 7,5 persen.

Berbicara pada konferensi pers pada kebijakan moneter dan nilai tukar bank 2017, Gubernur Bank Sentral Murat Cetinkaya mengatakan kegiatan ekonomi Turki telah pulih di kuartal terakhir 2016, sementara fluktuasi lira Turki tidak akan memberi dampak “jangka panjang” pada ekonomi.

Cetinkaya mengumumkan bahwa Bank Sentral Turki akan mempertahankan perkiraan inflasi akhir tahun sebesar 7,5 persen, mengutip pandangan yang menguntungkan bagi harga pangan dan permintaan domestik yang moderat disamping volatilitas devisa sebagai alasan.

“Bank akan terus mendukung stabilitas keuangan serta bertujuan untuk menjaga inflasi tetap mendekati target,” tambahnya.

Tentang dukungan untuk lira Turki, Cetinkaya mengatakan akan terus mendorong lira Turki sebagai mata uang perdagangan menggantikan mata uang Dollar AS.

“Kami akan terus mendukung mata uang lokal sebagai alat tukar dalam kegiatan ekonomi.”

Pada hari Minggu, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan Turki telah mengambil langkah-langkah untuk melaksanakan perdagangan luar negeri dalam mata uang nasional.

 “Jika kita membeli sesuatu dari  negara asing, kami akan melakukan itu dengan mata uang mereka, jika mereka membeli sesuatu dari kami, mereka akan melakukannya dengan mata uang kami,” tegas Erdogan.

Erdogan menegaskan akan “memainkan permainan sendiri” di arena ekonomi melawan “semua permainan” yang bertujuan melemahkan Turki.

Pada hari Jumat, Presiden Erdogan meminta warga Turki untuk mengkonversi simpanan devisa mereka ke lira Turki dan emas untuk membantu meningkatkan nilai mata uang lokal.

Sumber : portalpiyungan

Subscribe to receive free email updates: