Disuruh Keluar Dari Indonesia Oleh Politisi PDIP, Ini Jawaban Cerdas Habib Rizieq


FAKTAMEDIA.NET - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDIP Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Ahok, karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI," kata Habib Rizieq dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Ketua Dewan Pembina GNPF-MUI ini mengingatkan bahwa banyak tokoh partai yang disusupi faham komunis yang sudah dilarang di NKRI.

"Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI," ujar Habib Rizieq.

Sementara Juru Bicara FPI, Munarman, SH, mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok politisi PDIP Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

"Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya sebagai agen asing tidak terdeteksi," ungkap Munarman.

Menurut Munarman, dengan posisinya seperti itu, maka pantaslah Eva benci kepada situs-situs Islam.

Sementara itu Ketua Perhimpunan Mahasiswa FPI, Habib Ali Alatas mengatakan, Eva menyatakan agar Habib Rizieq keluar dari Indonesia karena tidak bisa lepas dari posisi partainya yang mendukung Ahok, si penista agama.

Padahal FPI mengkritisi kasus Ahok bukan subtansi hukumnya tapi penegakan hukum di Indonesia karena sudah menjadi rahasia umum, seringkali tidak adil apalagi kalau berkaitan dengan pemegang kekuasaan.

"Apa yang Al Quran katakan sebagai muslim wajib diyakini. Kabar tentang musuh-musuh Islam itu berasal dari Al Quran, artinya sampai kiamat bakalan ada musuhnya Islam, karena Al Quran bilang ada," paparnya.

Subscribe to receive free email updates: