Ahok: Dulu Eselon IV Nggak Harus Lapor Harta, Padahal Nyolong Paling Gede


FAKTAMEDIA.NET - Cagub DKI Basuki T Purnama (Ahok) bila terpilih sebagai Gubernur DKI periode 2017-2022 akan membuat pejabat di DKI lebih transparan. Salah satu caranya, seluruh pejabat eselon I hingga IV serta lurah harus melaporkan kekayaan mereka.

Ahok mengatakan, dirinya tetap berkomitmen pada keterbukaan dan transparansi dalam membangun Jakarta. Menurut Ahok, bila hanya pejabat eselon I dan II di DKI yang melaporkan harta kekayaan, itu tidak akan efektif. Karena, lanjut Ahok, penyelewengan dana yang paling besar justru dilakukan oleh pejabat eselon III dan eselon IV.

"Kebijakan bagaimana pejabat itu harus bersih, transparan dan profesional. Saya mulai meminta semua pejabat eselon hingga eselon IV hingga lurah itu melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Sehingga saya tahu persis lurah ini kekayaannya berapa, camat kekayaannya berapa," kata Ahok di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (6/12/2016).

"Dulu eselon IV enggak perlu lapor, padahal nyolong paling gede itu di eselon IV dan eselon III. Ini nyolong paling gede, makanya harus lapor," lanjut Ahok.

Transparansi, kata Ahok, merupakan cara untuk mengatasi korupsi. Transparansi bukan cuma soal perizinan saja, tapi semua data dan keuangan juga harus dibuka pada publik. Apalagi pejabat DKI bertugas untuk melayani publik.

"Teori paling benar untuk mengatasi korupsi adalah transparansi. Jadi bukan hanya transparansi di dalam hal keputusan izin atau kebijakan buka semua data. Termasuk bagaimana semua uang tidak boleh tarik tunai, harus transfer," tegas Ahok.

Sumber : detik

Subscribe to receive free email updates: