Tuding Massa 411 Bayaran, Pendukung Ahok Kepergok Terima Duit saat Aksi Parade Kebhinekaan


FAKTAMEDIA.NET - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menuding peserta demo 4 November 2016 dibayar Rp 500 ribu per orang. Tudingan tanpa bukti itu justru menjadi senjata makan tuan.

Hanya beberapa hari hari setelah menyampaikan tudingan tersebut ke media asing, pendukung Ahok justru kedapatan menerima duit saat mengikuti aksi Parade Bhinneka Tungal Ika, Sabtu (19/11/2016).

Foto-foto peserta Aksi Kebhinnekaan diduga menerima uang pecahan Rp 100 dan Rp 50 ribu menyebar di media sosial (medsos). Selain itu, beredar pula foto peserta Aksi Bhinneka Tungal Ika injak rumput taman. Padahal, sebelumnya Ahok mengkritik keras peserta Aksi Bela Islam I yang injak rumput taman di Jakarta.

Tuduhan Ahok yang menyebut peserta demo 4 November dibayar Rp 500 ribu per orang dipersoalkan banyak pihak. Bahkan, gara-gara tuduhan tersebut, Ahok kembali dilaporkan ke polisi.

Gerakan Nasional Pendukung Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) menantang Ahok untuk menunjuk langsung siapa saja pendemo yang ditudingnya menerima bayaran Rp 500 ribu pada Aksi 4 November lalu.

Wakil Ketua GNPF-MUI, Muhammad Zaitun Rasmin bahkan mempersilakan Ahok untuk memperkarakan hal itu jika memang berindikasi pidana.

“Logikanya, gampang sekali. Kalau memang pelanggaran pidana, kenapa tidak tunjuk, lalu laporkan (Polisi) saja. Kan pihak sana (Ahok) yang punya kekuasaan,” ujar Zaitun saat diskusi polemik, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (19/11).

Ketua Ikatan Ulama dan Dai se- Asia Tenggara ini menduga, pernyataan Ahok hanya sebatas ucapan. Namun hal itu membuat kegaduhan baru.

Apalagi, ditambahkan unsur keterlibatan parpol tertentu atau pihak terkait yang menjadi penyumbang dana.

“Jadi, memang harus dilaporkan biar diproses. Kalau hanya ‘digoreng’ ada orang parpol, ini sama saja buat kegaduhan,” imbu Wasekjen MUI itu.

Seperti diketahui sebelumnya, pernyataan Ahok muncul di sebuah media online Australia ABC.net.au.

Calon petahana Gubernur DKI itu mengatakan ada indikasi jutaan pendemo dibayar Rp 500 ribu per kepala. Namun Ahok tidak menyebutkan siapa saja orang yang dimaksudnya telah menyiapkan dan menerima uang tersebut.

Sumber : pojoksatu

Subscribe to receive free email updates: