Tito Sebut Isu Anti-Ahok Telah Meluas ke Berbagai Daerah Indonesia


FAKTAMEDIA.NET - Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian menyebut kasus dugaan penodaan agama yang dituduhkan kepada calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyebar ke sejumlah daerah di luar ibu kota negara.

Dalam forum komunikasi kepala daerah di kantor Kementerian Dalam Negeri, Kamis (24/11), Tito berkata, isu penistaan agama itu menyebar ke wilayah barat dan timur Indonesia.

"Di daerah barat banyak organisasi-organisasi berusaha membawa isu yang sensitif. Di timur, banyak yang mengaitkan itu dalam masalah keagaamaan," ujarnya.

Tito mengimbau para kepala daerah untuk segera meredam isu Ahok agar tidak terkontaminasi sentimen suku, agama, ras, dan golongan tersebut. Ia menilai, jika tak segera dikendalikan, isu penodaan agama itu dapat memperburuk situasi keamanan.

Para gubernur, kata Tito, juga harus menghadang gelombang massa dari wilayah mereka ke Jakarta dalam rangka mengikuti unjuk rasa Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia.

"Tolong jangan dibiarkan mengalir ke Jakarta. Kadang-kadang kan mereka enggak mengerti permasalahan," kata Tito.

Lebih dari itu, Tito meminta para gubernur tidak mengomentarikasus dugaan penista agama yang tengah menjerat Ahok. Belakangan ini ia mengaku melihat dan mendengar sejumlah komentar dari beberapa gubernur.

"Beberapa gubernur membuat komentar yang bisa menancing kembali. Tolong jangan memberikan komentar," kata Tito.

Polri menyebut terdapat dua rencana demonstrasi terkait Ahok, yakni tanggal 25 November dan 2 Desember mendatang. Polri menyebut unjuk rasa Jumat besok bahkan memiliki nuansa makar.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Komisaris Besar Rikwanto berkata, kepolisian belum menerima surat pemberitahuan unjuk rasa tanggal 25 November. Jika demonstrasi tetap terjadi, Polri mengancam pembubaran paksa.

"Apabila ada pihak tertentu yang demonstrasi tanpa pemberitahuan, aksi itu bisa dibubarkan," tuturnya.

Sumber : cnnindonesia

Subscribe to receive free email updates: