Rachmawati: Polri Sudah Menjadi Alat Penguasa! Memperburuk Citra yang Sudah Buruk

Rachmawati/Ilustrasi
FAKTAMEDIA.NET - Penetapan tersangka terhadap Buni Yani hingga ditahan justru menjadi preseden buruk lagi buat kepolisian yang citranya memang sudah buruk.

Demikian kritik tokoh nasional, Rachmawati Soekarnoputri dalam keterangannya pagi ini (Kamis, 24/11).

Menurut Rachmawati, Polri sebagai penegak hukum sudah lama menunjukkan menjadi alat penguasa karenanya tidak adil dalam penanganan kasus.

Ia lantas membandingkan perlakuan kepolisian terhadap Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama. Untuk Ahok ditetapkan sebagai tersangka saja begitu alot, berliku, sampai ratusan ribu orang harus turun ke jalanan berdemontrasi seperti terlihat 4 November 2016 lalu. Padahal, lanjut Rachmawati menerangkan, sudah banyak yurisprudensi penistaan agama, pelakunya langsung ditahan.  

Atau bandingkan pula perlakuan polisi dalam penanganan kasus video porno Nazriel Irham alias Ariel Peterpan. Di mana penyebarnya tidak ditahan polisi, tapi justru Ariel-nya. Sekarang yang terjadi Ahok tidak ditahan malah Buni Yani dikenai pasal ITE.

"Sepertinya sudah jadi permainan abuse of power alat kekuasaan dengan plintiran teknis hukum seperti pameo aparatnya 86 'pasang target dulu baru unsur-unsurnya dibuat untuk memenuhi'," sindirnya.

Selama penegak hukum tidak independen tapi jadi alat penguasa, imbuh Rachmawati, jangan harap masalah keadilan dan kebenaran dambaan rakyat bisa didapat. Sebab akhirnya negara mengarah ke pola hukum rimba.

"Hukum sudah lama bagai pisau tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Artinya perlakuan adil itu sudah jauh panggang dari api,"  tukas Rachmawati. 

Sumber : rmol

Subscribe to receive free email updates: