Rachmawati : Jika Gagal Buktikan Tudingannya, Jokowi Harus Copot Kepala BIN, Memang Dia Cuma Pesanan Megawati

Rachmawati Soekarnoputri
FAKTAMEDIA.NET - Pasca Salat Maghrib, muncul riak kecil kerusuhan di Aksi Damai 4 November. Riak kecil ini yang kemudian digunakan para penguasa untuk menuduh aksi jutaan umat itu sebagai aksi berbau SARA, radikal, anarko sindikalis, hingga disebut sebagai aksi yang ditunggangi aktor politik.

"Jokowi buta terhadap aspirasi rakyat sampai membabi buta sindir dan tuduh sana, fitnah sini," ujar putri proklamator RI Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri dalam keterangan tertulisnya kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Minggu (6/11).

Pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno ini meminta Presiden Jokowi untuk membuktikan tuduhan yang dilontarkan itu. Apalagi, saat tuduhan itu dilontarkan Jokowi berdiri didampingi langsung oleh Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan.

"Jika ini tidak terbukti maka Budi Gunawan patut dicopot. Selain dia (Budi Gunawan) tidak punya kualifikasi intelijen, memang dia cuma pesanan Megawati setelah gagal jadi Kapolri," ungkapnya.
Menurutnya, intelijen negara akan sangat berbahaya jika tidak dipegang orang yang berkualitas dan tujuannya hanya untuk menjilat penguasa. Terlebih, lanjut Rachma, penguasa yang dijilat adalah antek asing dan aseng.

"Jadi pola-polanya itu devide et impera atau adu domba, disinformasi, distorsi bahkan menghalalkan segala cara dilakukan demi bosnya," ujar wanita yang akrab disapa Mbak Rachma itu.

"Jangan permainkan rakyat dan jangan main-main dengan ideologi bangsa sebab pada waktunya juga akan berhadapan dengan mahkamah rakyat," pungkas peraih gelar doktor kehormatan dari pemerintah Korea Utara tersebut.

Sumber : rmol

Subscribe to receive free email updates: