Pembantaian 150 Muslim Rohingya, Muhammadiyah: Pak Jokowi Usir Dubes Myanmar, Atau Kami yang Usir !


FAKTAMEDIA.NET - Para aktivis pendukung Rohingya di Myanmar mengatakan, Rabu (16/11), lebih dari 100 anggota komunitas etnis Muslim itu tewas dalam aksi kontra pemberontakan yang digelar pemerintah baru-baru ini di negara bagian Rakhine.

Ko Ko Linn dari Organisasi Nasional Arakan Rohingya mengatakan, menurut sejumlah penduduk desa, sedikitnya 150 orang dibunuh pasukan keamanan sejak Sabtu (12/11). Verifikasi independen atas klaim yang dikeluarkan pemerintah atau aktivis sulit dilakukan karena pemerintah membatasi akses masuk ke kawasan tersebut.

“Alasan mengapa kantor-kantor berita internasional dan kelompok-kelompok bantuan tidak diizinkan masuk ke sana adalah karena militer berusaha menutup-nutupi apa yang mereka lakukan di sana, seperti pembunuhan dan lain-lain,” kata Ko Linn melalui telepon. “Mereka berbohong.”

Berita pembantain muslim Rohingya ini mendapat reaksi keras dari Muhammadiyah. Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil A
Simanjuntak mendesak pemerintah RI untuk mengusir Dubes Myanmar.

"Pak @jokowi usir dubes Myanmar dr Indonesia sbg bentuk kekecewaan kt terhdp kebiadaban negara mrk. Publik dukung bpk, atau kami saja yg usir?" kata Dahnil melalui akun twitternya @Dahnilanzar, Sabtu (19/11).

Lebih lanjut Dahnil menyatakan:

"Sikap Indonesia yg berani mengusir Dubes Myanmar kembali ke negaranya sbg bentuk protes akan menjadi perhatian dunia, Pak @jokowi"

"Tahun 2012 sy berkesempatan ke Myanmar bersama RfP-APYIN, berusaha masuk ke camp tapi kami tdk diizinkan. Semua orng asing dicurigai."

"Pak Pres @jokowi Dg memutus hubungan diplomatik dan meminta dubes myanmar pulang ke negaranya, kita telah bersikap tegas dan terang."

"Rkyt bersama pak @jokowi bila mau bersikap terang-tegas terkait masalah rohingya. USIR dubes Myanmar. Tdk ada tmpt tuk ngr pembantai etnis."

Sumber : portalpiyungan

Subscribe to receive free email updates: