Letjen (Purn) Suryo Prabowo: Pak Jokowi, Jangan Takut-takuti Rakyat Pakai Kopassus


FAKTAMEDIA.NET - Presiden Joko Widodo menyambangi Markas Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (10/11/2016).

"Ini merupakan pasukan cadangan yang dalam keadaan emergency, dalam keadaan darurat, bisa saya gerakkan," kata Jokowi di Markas Kopassus.

Jokowi mengatakan, pasukan tersebut bisa dia gerakkan jika dibutuhkan.

"Ini adalah pasukan cadangan yang bisa saya gerakkan sebagai panglima tertinggi lewat Pangab, lewat Panglima TNI untuk keperluan khusus," kata Jokowi.

Jokowi meminta Kopassus agar menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Kopassus harus berdiri tegak di atas semua golongan dan mengutamakan kepentingan bangsa dari kepentingan pribadi, kelompok atau golongan.

"Terus menjaga kebhineka tunggal ika. Indonesia adalah bangsa majemuk. Hanya dengan menjaga setiap suku, agama dan rasa, Indonesia menjadi bangsa yang solid, kuat dan tangguh," tegas Jokowi.

***

Kunjungan Presiden ke Kopassus di tengah situasi nasional yang panas pasca Aksi Umat Islam 4 November lalu. Setelah kunjungan ke ormas NU dan Muhammadiyah serta mengundang 17 ormas Islam lain dan mengundang ulama se Jabar-Banten, Presiden Jokowi lalu mengunjungi Kopassus.

Di markas Kopassus Jokowi menegaskan "KOPASSUS BISA SAYA GUNAKAN JIKA KONDISI DARURAT".

Langkah Presiden Jokowi ini mendapat kritik keras dari Mantan Kepala Staf Umum TNI, Letnan Jenderal (Purn) Johannes Suryo Prabowo.

"Pak ..... SALAH pak!

Bukan begitu caranya.

Moso' Kopassus (dipakai) untuk MENAKUTI-NAKUTI RAKYAT," kata Letnan Jenderal (Purn) Johannes Suryo Prabowo yang disampaikan di laman facebooknya, hari ini, Jumat (11/11/2016).

"Jangan ikut-ikutan ahok ah pak.

Ntar ..... malah bisa ikutan terbakar loh," lanjut Perwira TNI AD korps Zeni ini.

Melalui gambar yang diunggah, Mantan Pangdam Jaya/Jayakarta ini juga menyindir cara Presiden Jokowi menangani kasus penistaan agama yang menyeret Ahok.

"Mens sana in corpore sano... Apinya di sana, koq nyiramnya ke sono."

Sumber : portalpiyungan

Subscribe to receive free email updates: