Soal Kasus Ahok, Deddy Mizwar : Masa Pejabat Gak Boleh Di Usut ? Ini Bencana, Kepercayaan Terhadap Negara Gak Ada Lagi !


FAKTAMEDIA.NET - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengingatkan pemerintah agar kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) benar-benar diproses. Jangan ada pembiaran terhadap kasus itu karena menyangkut kepercayaan publik, terutama umat muslim, terhadap negara.

"Ini membingungkan masyarakat, apalagi ini penistaan terhadap masalah agama, harus ditangani secara serius, cepat, tegas," ujar Deddy di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (1/11/2016).

Ia menegaskan, kasus tersebut tidak terkait dengan Pilgub DKI. Tapi karena kasus itu mencuat saat berdekatan dengan pesta demokrasi lima tahunan, kasus itu dipolitisir dan terkesan bukan murni penistaan agama. "Padahal ini murni menurut saya masalah penistaan agama," cetusnya.

Ia lalu mengungkap sejumlah nama yang sempat mencuat ke permukaan karena kasus penistaan agama, salah satunya Arswendo Atmowiloto. Ketegasan diberlakukan bagi mereka. Hal serupa juga harusnya ditegakkan terhadap Ahok meski merupakan pejabat negara.

"Masa pejabat enggak boleh diusut? Wah ini bencana buat sebuah negara, bencana, karena trust (kepercayaan terhadap negara) sudah enggak ada lagi," ungkap Deddy.

Ia kemudian mengungkap pendapat salah seorang guru. Menurutnya, ada tiga hal yang harus ada dalam negara, yaitu senjata, makanan, dan kepercayaan. Senjata dan makanan boleh hilang. Tapi kepercayaan mutlak harus tetap ada.

"Kalau harus hilang lebih dulu yang mana? Dua saja boleh. Hilang senjata enggak apa-apa, yang penting ada makanan dan kepercayaan. Dari dua ini (makanan dan kepercayaan), mana yang harus ilang? Makanan. Enggak apa-apa mati enggak ada makanan," jelasnya.

"Tapi kalau kepercayaan yang hilang, bencana yang datang. Jangan sampai kepercayaan kepada negara hilang, itu sangat bahaya," tegas Deddy.

Sumber : sindonews

Subscribe to receive free email updates: