Ditolak Masuk, Munarman FPI: Ini Permainan Sandiwara, Polisi Sudah Seperti Kuasa Hukum Ahok


FAKTAMEDIA.NET - Jubir FPI Munarman mengaku tak dapat masuk ke dalam Rupatama Mabes Polri untuk mengikuti gelar perkara kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki T Purnama (Ahok). Dia sempat masuk sebentar, namun kemudian keluar lagi karena tak diizinkan oleh polisi.

"Saya dari pelapor kuasa hukum, kami enggak boleh masuk. Ada 13 pelapor, yang boleh masuk 5 pelapor saja," kata Munarman di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Selasa (16/11/2016).

Munarman mengaku tak tahu berapa total jumlah pihak pelapor yang berada di dalam. Yang pasti, dia tidak masuk dalam daftar pihak yang diizinkan mengikuti gelar perkara sehingga terpaksa keluar lagi dari ruangan tersebut.

Atas kejadian ini, Munarman mengaku khawatir dengan kredibilitas Polri. Ia menilai ada sandiwara dalam gelar perkara ini.

"Ini permainan sandiwara dan pura-pura dengan tindakan polisi sudah seperti kuasa hukum terlapor dan berlagak pengadilan untuk putuskan," kata Munarman.

"Ini obstruction of justice. Menghalang-halangi penyidikan," imbuhnya.

Sebelumnya, Karopenmas Polri Brigjen Agus Rianto mengucapkan permintaan maaf karena tak semua pelapor dapat masuk. Dengan keterbatasan undangan, hanya 4 dari 13 pelapor yang dapat masuk mengikuti gelar perkara.

Sementara jumlah saksi yang dihadirkan 6-7 orang. Pihak pengawas yakni Ombudsman dan Itwasum Prompam serta Divisi Hukum Mabes Polri turut dihadirkan.

Sumber : pos-metro

Subscribe to receive free email updates: