Demi Biayai Infrastruktur, Presiden Jokowi Minta BUMN Jual Aset ke Swasta


FAKTAMEDIA.NET - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menjual aset yang mereka miliki ke swasta, melalui sistem sekuritisasi. Hal ini demi membiayai proyek infrastruktur yang membutuhkan dana sebesar Rp4.900 triliun hingga 2019.

Dia menerangkan, perusahaan pelat merah sejatinya hanya bertugas sebagai pengelola aset dan bukan menjadi pemilik aset. Sementara selama ini, kata Jokowi, BUMN selalu bertindak sebagai pemilik, sehingga aset yang mereka miliki tidak mendatangkan keuntungan.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mencontohkan, proyek jalan tol yang digarap oleh PT Jasa Marga Tbk (JSMR). Selama ini, BUMN infrastruktur tersebut hanya membangun jalan tol dan tidak memutar keuntungannya dengan menjual jalan tol miliknya kepada swasta. Akibatnya, selama 71 tahun merdeka, Indonesia hanya mampu membangun 840 kilometer (km) jalan tol.

"Karena, kita senang jadi pemilik aset. BUMN kalau sudah bangun, misalnya Jasa Marga bangun tol Jagorawi dan kemudian dimiliki. Mestinya, kalau sudah jadi dari greenfield menjadi groundfield, harus dijual untung," imbuh dia.

Lain halnya jika Jasa Marga membangun jalan tol dan setelah rampung dijual kepada swasta. Maka, mereka akan memiliki anggaran untuk membangun jalan tol dua kali lipat lebih besar di tempat lain.
"Kalau memiliki bangunan, berpuluh tahun kita enggak akan bisa bangun jalan, bangun infrastruktur. Kalau senangnya dapat pemasukan kecil, enggak, bukan itu. Ini pentingnya sekuritisasi," tuturnya.

Jokowi memberikan catatan, sekuritisasi aset yang dimaksud adalah aset tersebut disimpan dalam reksa dana kemudian dijual kepada investor. Sehingga, Jasa Marga tetap masih bisa menjadi pengelola jalan tol tersebut.

"Dan penghasilan jalan tol itu yang diuangkan atau dimonetisasi dalam pasar modal, kita akan cepat pembangunan jalan tol di mana-mana. Biaya logistik jadi lebih murah, harga barang akan lebih murah," ungkap dia.

Dia menambahkan, aset yang akan dijual ke swasta yang sudah menghasilkan cashflow stabil. Jika tidak, maka tidak akan ada swasta yang tertarik untuk membelinya. "BUMN harus jual ambil untung dan uangnya dipakai untuk bangun yang baru," tandas Jokowi.

Sumber : sindonews

Subscribe to receive free email updates: