Andi Arief: Sudah Gila, Situs Portal Piyungan Diblokir. Kita ini Bangsa Apa!?


FAKTAMEDIA.NET - H-1 jelang “Aksi Bela Islam II”, 4 November 2016, setidaknya ada 11 situs yang tidak bisa diakses. Kabarnya, 11 situs itu diblokir Kemenkominfo dengan dugaan mengandung konten SARA.

Menanggapi pemblokiran 11 situs, aktivis politik Andi Arief, mengecam keras upaya Pemerintahan Joko Widodo memblokir situs-situs yang dianggap bertentangan dengan pemerintah.

“Sudah gila, situs Portal Piyungan di blokir. Kita ini bangsa apa?” tegas Andi Arief di akun Twitter ‏@AndiArief_AA.

Mantan Staf Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini menegaskan, pemblokiran situs media komunikasi merupakan ciri rejim yang ‘kedodoran’. “Ciri Rejim yang kedodoran itu paranoid dengan gerakan massa dan mulai melakukan pemblokiran media komunikasi,” tegas @AndiArief_AA.

Menurut Andi, propaganda dilawan dengan propaganda, bukan dengan kewenangan pemblokiran. “Saya tidak berharap Rejim ini akan terjungkal, meski cirinya sudah ada yaitu pemblokiran media kritis seperti Portal Piyungan.

Sebelumnya, portalpiyungan.com merilis alasan pemblokiran yang disampaikan pengguna internet. 
Dari email yang masuk ke redaksi portalpiyungan.com, salah satu pembaca memberi informasi bahwa Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah melakukan pemblokiran terhadap 11 situs dengan tuduhan mengandung konten SARA.

Sebelas domain situs yang dianggap mengandung konten SARA adalah: lemahirengmedia.com; portalpiyungan.com; suara-islam.com; smstauhiid.com; beritaislam24h.com; bersatupos.com; pos-metro.com; jurnalmuslim.com; media-nkri.net; lontaranews.com; dan nusanews.com.

“Sampai saat ini belum ada pengumuman/pemberitahuan dari pihak Kemenkominfo kepada redaksi portalpiyungan terkait pemblokiran ini. Entah apa maksudnya konten SARA. Yang jelas 11 situs online yang diblokir itu hampir semuanya gencar mem-blow up dan mendukung AKSI 4 NOVEMBER. Seperti inikah rezim saat ini?” demikian tulis redaksi portalpiyungan.com 

Sumber : intelijen

Subscribe to receive free email updates: