Ogah Dukung Ahok karena Bertentangan dengan Aqidah, Dedi Arianto Mundur dari DPP Partai Golkar


FAKTAMEDIA.NET - Ketua Departemen Energi dan Energi Terbarukan DPP Partai Golkar, Dedi Arianto memilih mundur dari kepengurusan. Dedi mengambil langkah ini lantaran tidak bisa menerima keputusan Golkar yang mencalonkan Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Surat pengunduran sudah saya kirimkan kepada Sekjen pada hari ini. Keputusan Partai Golkar mendukung Ahok bertentangan dengan aqidah (keyakinan agama) saya," papar Dedi Arianto di Jakarta, Senin (10/10/2016).

Dedi juga menambahkan pengunduran dirinya dari kepengurusan DPP Partai Golkar juga dilandasi oleh ulah Ahok yang secara nyata telah melukai perasaan umat Islam. Sebagai muslim diirnya juga merasakan sakitnya atas ucapan Ahok saat di Pulau Seribu beberapa hari lalu.

Menurut Dedi, Ahok tidak layak dan tidak pantas didukung oleh Golkar. Sebab, papar Dedi, Ahok adalah kader Golkar yang lompat pagar saat Pilgub DKI Jakarta 2012. Selain itu, Ahok sebelumnya juga tercatat telah pindah dari parpol lain selain menjadi anggota DPR dari Golkar.

Dedi mengaku sudah sejak awal dirinya menolak keputusan Golkar mendukung Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta. Menurut dia, di dalam Golkar bukan hanya dia yang tidak setuju dengan langkah dukungan kepada Ahok. Namun dengan berbagai pertimbangan mereka hanya bisa tunduk.

"Banyak yang tidak suku dengan keputusan mendukung Ahok di dalam tubuh Golkar. Bukan hanya saja," papar Dedi.

Meski mundur dari kepengurusan Dedi mengaku tetap memilh menjadi anggota Golkar. Namun demikian, dirinya siap dengan segala resiko atas keputusan yang diambilnya. Sebab, menurut dia memegang teguh aqidah tidak bisa ditawar.

Sumber : teropongsenayan

Subscribe to receive free email updates: