Mengapa Lembaga Survey Berpotensi Tidak Independen? Simak Jawabannya


FAKTAMEDIA.NET - Bagi sebagian masyarakat mungkin saja tidak tahu menahu soal bagaimana soal survey, salah satunya perihal mengapa hasil itu didapatkan. Selain itu, masyarakat juga belum mengetahui apakah memang benar lembaga survey itu profesional atau tidak. Dengan kata lain apakah lembaga survey itu dapat berlaku independent.

Mengenai hal ini, pengamat politik Karyono Wibowo mengatakan bahwa lembaga survey memang seharusnya independent. Bahkan seharusnya lembaga survey yang ada saat ini tahu etika, terlebih soal Pilkada khususnya di DKI.

“Lembaga survey itu ada yang kontrak politik. Akan tetapi seharusnya lembaga survey itu tahu soal etika,” ucapnya, beberapa waktu lalu di Menteng, Jakarta.

Pun jika lembaga survey seperti ini bisa jadi dianggap wajar, akan tetapi perlu pula menurutnya ada badan yang mengauditnya.

“Ya, kalau perlu lembaga survey yang ada diaudit,” tambahnya singkat.

Soal suvey, lanjutnya, tidak dianggap aneh bila masyarakat melihat ada di antaranya yang pro dengan salah satu calon. Bahkan seorang calon Presiden pun tidak akan luput dari kebutuhannya kepada lembaga survey.

“Jokowi saja pernah diserang. Jokowi dikatakan komunislah. Jokowi dikatakan Cina,” tambahnya.

Namun demikian, walau konstelasi politik sedang panas, khususnya Pilkada Jakarta ia menyarankan agar peserta Pemilu tidak gegabah dalam mengambil tindakan. Misalkan saja nanti saat-saat kampanye.

“Hati-hati bagi semua kontestan dalam menjalankan kampanye nanti. Terutama hati-hati kampanye negative. Karena Pilkada dapat berjalan aman dan tertib, juga damai karena hal itu,” tutupnya.

Sumber : voa-islam

Subscribe to receive free email updates: