Dituding Main Politik, MUI : Itu Bohong dan Fitnah yang Keji


FAKTAMEDIA.NET - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menepis tuding Setara Institute. MUI menegaskan apa yang dilakukan adalah menjaga umat dari pemikiran dan keyakinan (akidah) yang keliru serta menjaga keharmonisan umat beragama dalam masyarakat yang majemuk.

“Tuduhan kepada MUI melakukan politik kekuasaan adalah sebuah kebohongan dan fitnah yang sangat keji. MUI melaksanakan tugas untuk menjaga umat dari berbagai pemikiran yang keliru dan akidah yang salah. MUI mengedepankan kepentingan negara di atas kepentingan kelompok yang sempit,” kata Zainut Tauhid Sa’adi, Wakil Ketua Umum MUI, Senin (17/10/2016) di Jakarta.

Melalui keterangan tertulis, Zainut mengatakan hal itu guna menanggapi pernyataan Wakil Ketua Setara Institute Bonar Tigor Naipospos. Dalam sebuah diskusi yang digelar Minggu (16/10/2016) di Jakarta, Bonar menuding MUI terlibat politik kekuasaan karena ikut mendesak aparat keamanan memeriksa Ahok.

Zainut mengungkapkan bahwa MUI menyadari bangsa Indonesia sebagai bangsa yang majemuk. Oleh sebab itu kondisi yang harmonis harus tetap dijaga untuk menghindari gesekan yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Pada saat yang sama akidah umat Islam juga tetap dijaga.

“Terkait dengan pendapat dan sikap MUI terhadap pernyataan Saudara Ahok yang menyinggung surat Al Maidah 51 sudah sesuai dengan peran dan kewenangan MUI,” papar Zainut.

Atas dasar itulah, Zainut berharap semua pihak menjaga kondisi di masyarakat agar tetap harmonis. Jangan sampai ada penyebaran fitnah yang malah memperkeruh keadaan maupun membuat perpecahan ditengah masyarakat. MUI sebelumnya telah menyambut baik permintaan maaf Ahok, namun meminta kepolisian memproses secara hukum perbuatannya.

Sumber : teropongsenayan

Subscribe to receive free email updates: