Wow! Budi Gunawan Cium Tangan Megawati Usai Dilantik Jadi Kepala BIN


FAKTAMEDIA.NET - Penunjukan Budi Gunawan sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) menggantikan Letjen (Purn) Sutiyoso sempat memicu polemik. Sejumlah pihak menduga penunjukan itu atas permintaan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Dugaan itu muncul lantaran kedekatan Budi dengan Mega. Dia sempat menjadi ajudan Presiden kelima Indonesia ini selama lima tahun (1999-2004).

Kedekatan itu kembali nampak dengan jelas saat Mega hadir dalam upacara pelantikannya sebagai Kepala BIN, petang tadi. Jenderal Budi Gunawan mencium tangan Presiden ke-5 RI itu usai dirinya dilantik

Megawati mengenakan blouse merah muda dan berdiri di jajaran depan bersama sejumlah petinggi lembaga negara seperti Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan Ketua MPR Zulkifli Hasan.

Kemudian pemandangan yang kemudian memancing perhatian itu terjadi. Ketika para tamu undangan dipersilakan menyalami Budi, Budi Gunawan mencium tangan Megawati.

Usai dilantik, Budi mengatakan, tidak ada amanat khusus yang diberikan Megawati kepadanya dalam menjalankan tugas sebagai bos intelijen negara.

Ia menyatakan hanya Presiden Jokowi yang memerintahkan dirinya untuk memperkuat kemampuan BIN.

“Program penguatan agar semakin profesional, objektif, dan berintegritas,” ucapnya.

Selain itu, Budi juga meminta promosi jabatannya dari Wakil Kapolri menjadi Kepala BIN, tidak dipolitisasi. Menurutnya, Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai pengganti Sutiyoso dengan pertimbangan yang matang.

“Semua dekat. Yang dekat dengan Bu Mega bukan hanya saya. Profesionalisme menjadi kunci,” kata Budi Gunawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (9/9).

Mantan Kalemdikpol ini berkata, BIN nantinya diisi personel super, spesialis, dan kompeten di bidang intelijen. Jaringan dan akses juga akan terus diperkuat sejalan dengan penambahan personel.

Budi Gunawan juga mengomentari soal permintaan kewenangan menangkap seperti yang pernah disampaikan Kepala BIN sebelumnya, Sutiyoso.

“Keakuratan informasi akan jadi kata kunci di sini. Lalu penindakan dan penumpasan. Sekarang, supporting data yang cepat dan akurat menjadi paling penting,” ujarnya.

Sumber : jurnalpolitik

Subscribe to receive free email updates: