Tak Mampu Membayar Sewa Bulanan, Ratusan Penghuni Rasunawa Korban Penggusuran Kampung Pulo Terancam di Usir

FAKTAMEDIA.NET - Ratusan Penghuni  Korban Penggusuran Kampung Pulo di RUSUNAWA JATINEGARA BARAT Kini Terancam Diusir.Kesulitan ekonomi Yang mereka alami setelah  terjadinya penggusuran  dari tempat asal mereka membuat mereka terancam di usir.

Penggusuran tersebut secara otomasti mematikan mata pencaharian mereka selama ini.Sulitnya ekonomi inilah yang membuat  para korban penggusuran tidak bisa membayar sewa rusunawa yang di bebankan setiap bulan kepada mereka.Sebelumnya ahok berjanji bahwa mereka bisa menempati rasunawa tersebut hingga sepuluh  turunan.

Berikut Kalimat Ahok tahun lalu kepada korban penggusuran kampung pulo ketika akan terjadinya penggusuran:

"Ini tuh sama enggak kayak saya kasih kamu rumah? Ya sama dong. Misal nih orang bilang ke saya 'Hok, elu bakal gue kasih rumah di Menteng, tapi ini bukan gratifikasi. Kalau andaikata 10 turunan elu enggak kaya-kaya, boleh dah tinggal di rumah gue terus'. Tapi Bedanya, kamu enggak bisa jual lagi atau sewakan ke pihak ketiga," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (6/8).

"Enggak bayar sewa, enggak bayar listrik, enggak perlu biaya ngerawat, enggak perlu bayar PBB, dan disubsidi pula (ibaratnya) di rumah Menteng itu," katanya menambahkan.

Fakta yg terjadi kini (Berita Sore Trans7, Minggu 18/9/'16):
132 dari 520 KK korban penggusuran Kampung Pulo di Rusunawa Jatinegara Barat Jaktim sekarang terancam Diusir karena menunggak UTANG hingga jutaan rupiah kepada pengelola/ Pemprov DKI. Mereka yang kehilangan mata pencaharian dari lokasi rumahnya dulu itu, sudah berbulan-bulan tidak mampu membayar sewa unit rusunawa yang 300rb/ bln & iuran listrik plus air 500rb/ bln.


Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mengaku heran karena sampai saat ini, baru 69 dari 144 kepala keluarga (KK) asal Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, yang mau menempati Rusunawa Jatinegara Barat.

Padahal, dirinya telah membangun rusunawa tersebut setara dengan apartemen kelas menengah yang dirasa cukup mewah jika dibandingkan dengan pemukiman warga Kampung Pulo sebelumnya, di bantaran kali yang selalu kebanjiran tersebut.

"Ini tuh sama enggak kayak saya kasih kamu rumah? Ya sama dong. Misal nih orang bilang ke saya 'Hok, elu bakal gue kasih rumah di Menteng, tapi ini bukan gratifikasi. Kalau andaikata 10 turunan elu enggak kaya-kaya, boleh dah tinggal di rumah gue terus'. Tapi Bedanya, kamu enggak bisa jual lagi atau sewakan ke pihak ketiga," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (6/8).

"Enggak bayar sewa, enggak bayar listrik, enggak perlu biaya ngerawat, enggak perlu bayar PBB, dan disubsidi pula (ibaratnya) di rumah Menteng itu," katanya menambahkan.

Ahok memastikan, pihaknya tak sembarangan dalam menyediakan rusunawa bagi warga Kampung Pulo tersebut. Dirinya bahkan mengaku jika rusunawa tersebut sengaja dibangun oleh pihaknya, sampai setara dengan apartemen.

Mantan Bupati Belitung Timur itu juga sangat yakin, siapapun tentu saja akan mau tinggal di rusunawa sekelas apartemen itu, apalagi dengan sejumlah fasilitas dan subsidi yang disediakan Pemprov DKI Jakarta kepada para penghuninya.

Beritajakarta.com--Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku optimis jika ratusan kepala keluarga (KK) yang mendiami Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, bersedia direlokasi ke Rusunawa Jatinegara Barat.
Menurut Ahok, sejumlah warga juga masih mempertanyakan mengenai kepemilikan rusunawa. Karena rusunawa yang diberikan Pemprov DKI bukan hak milik, melainkan hanya sewa. Namun warga tetap diperbolehkan tinggal sesuai dengan keinginannya. Hanya saja rusunawa tersebut tidak boleh dijual kepada pihak lain.

"Mereka tanya, ini rumah kok bukan hak milik. Jadi gini dah, kamu nggak punya rumah nih, ada orang nawari kamu rumah boleh tinggal tujuh turunan silahkan, asal kamu nggak sewakan itu ke orang lain. Ini sama kan kaya saya kasih kamu rumah. Bedanya kamu nggak bisa jual lagi atau sewakan ke pihak ketiga," terang Ahok.

Ahok mencurigai jika ada oknum warga yang meminta surat hak milik atas rusunawa tersebut, maka niatnya bukan sebagai rumah tinggal. Melainkan akan diperjualbelikan untuk mendapatkan keuntungan. Terlebih fasilitas di Rusunawa Jatinegara Barat sudah seperti apartemen. Jika dijual harganya bisa menembus Rp 400 juta.
"Rusun Jatinegara Barat itu sudah kaya apartemen loh. Dijual Rp 400 juta saja pasti laku," ucap Ahok.

VIVA.co.id -Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ditantang datang ke rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Jatinegara Barat, untuk menemui warga bekas penghuni Kampung Pulo yang digusurnya pada tahun 2015.

Karto (48), Ketua RT 07 RW 09 Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, mengatakan kedatangan Ahok, sapaan akrab Basuki, diperlukan untuk membuat kontrak politik dengan warga menjelang Pemilihan Gubernur DKI tahun 2017.

Karto mengatakan, warga tidak ingin membayar biaya sewa setiap bulan. Hunian mereka sebelumnya di Kampung Pulo, harus diganti hunian yang kembali menjadi milik mereka, bukan milik pemerintah.
"Kami sakit hati karena dia (Ahok) membuat rumah kami hilang," ujar Karto.

Dan ternyata apa yang selama ini di gembar-gemborkan media dan informasi yang di berikan oleh para pendukung Ahok Serta apa yang telah di ucapkan oleh Ahok sendiri ternyata hanyalah tipuan..Apa yang dulu pernah di katakan Ahok saja ternyata di ingkari secara jelas.Pernyataan-pernyataan yang di lontarkan Ahok hanyalah pembohongan tarhadap rakyat agar mau di gusur.

Dan fakta hari ini yang terjadi rasunawa merupakan rumah kontrakan yang mesti di bayar tiap bulan setelah masa gratis habis hanya sekian bulan oleh setiap korban penggusuran,dan jika tak mampu membayar sewa rusunawa maka di usir.Benar-benar rakyat korban penggusuran telah di tipu dan tertipu.

Sumber : kabarsatu

Subscribe to receive free email updates: