Ribuan Anak Muda Bentuk Agus Fans Club (AFC)


FAKTAMEDIA.NET - Meski masa kampanye Pilkada DKI Jakarta belum resmi digelar, tim pemenangan pasangan cagub dan cawagub DKI Jakarta pelan-pelan tampak mulai bergerak.
Belum sepekan Agus Harimurti Yudhoyono dideklarasikan sebagai calon gubernur DKI Jakarta sudah ada kelompok pendukung yang menamakan dirinya Agus Fans Club (AFC).

Penggagas AFC, Sirajuddin Abdul Wahab, menyebut kelompok ini beranggotakan ribuan anak muda yang jatuh cinta dengan cara berpikir putra sulung Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini.

"Kami melihat personifikasi Agus yang punya kemampuan lompatan berpikir. Meninggalkan dunia militer dan maju bertarung di DKI. Tidak semua anak muda bisa melihat visi yang jauh lebih besar," ujar Sirajuddin di Jakarta, Senin (26/9).

Sirajudin bahkan mengklaim bahwa AFC dibentuk sebelum Agus ditetapkan sebagai calon Gubernur DKI.

Namun setelah Agus ditetapkan maju di Pilkada DKI, AFC akan bertransformasi menjadi relawan yang siap mengampanyekan Agus Harimurti.

Hingga berita ini diturunkan, Sirajudin mengaku belum menjalin komunikasi personal kepada Agus Yudhoyono.

Pos pemenangan

Sementara itu, simpatisan dan kader Partai Gerindra berkumpul guna mendeklarasikan Roemah Joeang sebagai pos pemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Jalan Brawijaya IX, Jakarta Selatan, Senin (26/9).

Mengenakan seragam safari putih Sandiaga hadir tanpa Anies di Roemah Joeang.

Deklarasi pemenangan di Roemah Joeang turut dihadiri oleh 73 anggota fraksi Gerindra DPR RI.
Turut pula dihadiri ketua tim pemenangan setiap wilayah dan tampak barisan tenaga ahli fraksi Gerindra memakai pakaian tentara dan baret merah.

"Kita juga memiliki 511 tenaga ahli dari fraksi Gerindra, kita akan berkorban untuk pemenangan Anies-Sandi, untuk itu kami bentuk tim pemenangan dan akan dikembangkan lagi, dan malam ini kita membentuk tim kerja," ujar Fahri Jami, politisi fraksi Gerindra.

"Sebuah bentuk partisipasi dari rakyat memberikan inisiatif ke depan, dan membuktikan sumbangsih mereka untuk Jakarta ke depan," kata Sandi.

"Ini menjadi sorotan kita, Gerindra dan PKS harus mampu menghadirkan pemimpin yang baik," katanya.

Mundur

Sementara itu KPU berhak menghentikan kampanye duet calon gubernur dan wakil gubernur Ahok-Djarot apabila sang ketua tim pemenangan Nusron Wahid belum menyatakan sikap mundur dari jabatan Kepala BNP2TKI.

"Mundur dari pejabat negara sebagai Kepala BNP2TKI atau tidak ikut dalam kampanye pilkada. Jika belum mengambil keputusan, maka KPU berhak menghentikan kampanye tersebut," kata Komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah dalam pernyataannya, Senin (26/9).

Ferry menjelaskan Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak boleh terlibat dalam kampanye Pilkada.
Sikap Nusron itu kata Ferry bertentangan dengan Pasal 2 huruf b dan f UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pasal 71 ayat (1) UU 10/2016 tentang Pilkada.

Disebutkan dalam pasal tersebut, pejabat negara, pejabat aparatur sipil negara dan kepala desa atau sebutan lain atau lurah dilarang membuat keputusan dan atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu calon selama masa kampanye.

Ferry menegaskan, KPU masih memberi waktu kepada Nusron sebelum ditetapkan pasangan calon gubernur.

Tak hanya Nusron, Ferry juga mengingatkan kepada seluruh pejabat negara tunduk dan patuh terhadap peraturan Pilkada dan Undang-undang ASN.

Sumber : tribunnews

Subscribe to receive free email updates: