Presiden Filipina, Duterte Meminta Media Kritik Dirinya Jika Salah Dalam Bertugas


FAKTAMEDIA.NET - Presiden Filipina Rodrigo Duterte meminta agar awak media mengkritisi dirinya apabila dalam bertugas melakukan kejahatan. Hal ini disampaikan saat tiba di Manila usai melakukan kunjungan persahabatan ke Indonesia.

"Jika saya salah dalam pekerjaan saya, jangan serang saya. Silakan kritik saya," ucapnya kepada awak media saat tiba di Bandar Udara Internasional Davao, seperti dikutip dari Inquirer, Sabtu (10/9).

Hal ini diucapkan Duterte karena dia sempat merasa kesal kepada para media. Menurut dia, media terlalu membesar-besarkan masalah dan apa yang dia katakan sesaat sebelum tiba di Laos untuk menghadiri KTT ASEAN.

"Saya bukan patung Liberty yang tidak marah kepada siapapun. Itu merupakan 'pedang' Anda saat memberikan pertanyaan. Ini juga kewajiban saya kepada masyarakat Filipina untuk membuat laporan resmi perjalanan. Meski begitu saya tidak mengeluh pada Anda," katanya.

Meski sempat marah, Duterte menyebutkan peran media sangat penting bagi masa depan dunia. Menurut dia, media adalah pembuat sejarah.

"Setiap kali Anda menekan tombol di kamera, Anda merekam sejarah negeri ini. Itu sebabnya Anda semua penting," ujarnya menunjuk para awak media.

Mantan wali kota Davao itu menyebutkan, media harus membuat berita yang benar dan akurat. Meski sempat marah pada media, namun Duterte salut pada para wartawan.

Duterte dalam pidatonya di hadapan warga Filipina yang ada di Indonesia kemarin, mengatakan media memutarbalikkan fakta dengan membuat terjemahan yang tak sesuai. Hal ini terkait dengan pernyataannya yang menyebut Presiden Amerika Serikat Barack Obama, 'putangina'.

Dalam bahasa Tagalog, kata Duterte, putangina berarti 'son of a gun' atau 'son of a bitch', yang dalam bahasa Indonesia bisa diterjemahkan sebagai 'brengsek'. Meski demikian banyak media menerjemahkannya sebagai 'son of a whore'.

"Semua orang, baik itu Amerika atau Afrika, tahu bahwa bahasa Inggrisnya akan menjadi 'son of a bitch' atau 'son of a gun.' Bukan 'son of a whore' karena memang bukan seperti itu. Whore adalah kata yang membuatnya jadi buruk," tutur Duterte.

Meski demikian, Duterte merasa tidak peduli dengan apa yang dikatakan media.

"Mereka dapat memutarbalikkan semuanya. Saya? I don't give a shit [Saya tak peduli] karena saya adalah Presiden Filipina, bukan presiden masyarakat internasional. Saya ingin menyenangkan warga saya, bukan masyarakat internasional," pungkasnya.

Sumber : merdeka

Subscribe to receive free email updates: