Perangi Syiah Houthi, Putra-Putra Raja Bahrain Tinggalkan Istana Angkat Senjata


FAKTAMEDIA.NET - Raja Bahrain Hamad bin Isa al-Khalifa mengumumkan pada minggu malam bahwa anak-anaknya, Sheikh Nasser bin Hamad dan Sheikh Khalid bin Hamad, akan segera bergabung dalam operasi koalisi yang dipimpin oleh Saudi arabia di Yaman, menurut laporan dari surat kabar Asharq Al -Awsat.

“Anak-anak saya akan bergabung dengan saudara-saudara mereka di pasukan koalisi Arab di Yaman sebagai bagian dari tugas militer nasional mereka,” tutur Raja Bahrain dikutip Middle East Update.

Pengumuman keluarga kerajaan Bahrain bergabung di Yaman datang setelah lima orang tentara Bahrain, sepuluh tentara Saudi dan empat puluh lima tentara dari UAE syahiid dalam operasi melawan milisi Houthi di Yaman pekan lalu.

Kementerian Informasi Bahrain dan juru bicara resmi pihak kerajaan Bahrain mengatakan kepada surat kabar Asharq al-Awsat bahwa “ini adalah pertama kalinya keputusan tersebut diambil dan bahwa putra-putra Raja yang masih berusia muda dengan tulus menjalankan tugas nasional ini, mereka meninggalkan kehidupan keseharian mereka didalam ‘istana’ sebagai wujud kewajiban berjuang bersama tentara koalisi di medan perang.”

Raja Hamad bin Isa dalam pertemuan di kantor pusat Pertahanan Angkatan Bahrain pada hari minggu mengatakan : “Kami berbagi ikatan persaudaraan dengan sesama warga negara kami di masa-masa sulit ini. Anak-anak kami, Sheikh Nasser bin Hamad dan Sheikh Khaled bin Hamad akan hadir dan bergabung dengan tentara koalisi untuk mempertahankan dan memulihkan legitimasi pemerintahan di Yaman dan akan terus melakukannya dalam tugas-tugas mulia mereka. ”

Sementara itu, Qatar pada hari minggu lalu mengirimkan setidaknya 1.000 tentara ke perbatasan Saudi-Yaman , sedangkan Sudan dilaporkan mempersiapkan diri mereka untuk mengirim hampir 6.000 pasukan bergabung dengan koalisi.

Pengumuman bantuan bala tentara dari negara-negara Teluk dan Arab Saudi datang dari juru bicara resmi Kementerian Pertahanan Saudi, Jenderal Mayor Ahmed Asiri kepada Al Arabiya News, beliau menyatakan bahwa bantuan bala tentara ini akan lebih memfokuskan upaya pembebasan ibukota Yaman (Sana’a) dibanding kota-kota besar Taez dan Marib.

Sumber : antiliberalnews

Subscribe to receive free email updates: