Naskah ‘Proklamasi’ Reklamasi di Medsos, Kritik Telak ke Jokowi-Ahok-Podomoro


FAKTAMEDIA.NET - Protes masyarakat terhadap keputusan pemerintah, melalui Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, melanjutkan proyek reklamasi Pulau G terus berkembang di masyarakat. Salah satunya, lewat sindiran di media sosial.

Seperti yang diunggah oleh akun Facebook milik Tigor Hutapea dari LBH Jakarta. Dengan membuat semacam ‘plesetan’ dari naskah proklamasi 17 Agustus, namun diganti dengan kata ‘reklamasi’.

Isinya pun menyindir keras pasangan Jokowi-Ahok yang dianggap sebagai ‘wakil’ dari pengembang Agung Podomoro. Juga menyitir bagaimana dalam waktu singkat saja urusan penyelewengan, penyuapan dan lain-lain terkait kasus reklamasi diselesaikan dengan cara ‘kekeluargaan.

Uniknya, ejaan yang digunakan dalam ‘reklamasi’ pun gunakan ejaan lama seperti di naskah proklamasi. Begini bunyi tulisannya:

Reklamasi

Kami kabinet podomoro menjatakan kelanjutan projek reklamasi pantai Djakarta.

Hal-hal mengenai penjelewengan, penjuapan, dll. akan diselesaikan setjara ‘kekeluargaan’ dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, September 2016
Wakil pengembang
(Jokowi-Ahok)

Gambar itu pun menuai komentar dari akun-akun lain.

Semisal ada yang berkomentar: Proklamasi untuk kemerdekaan segenap rakyat Indonesia, (sedangkan) reklamasi untuk kesenangan segelintir pemodal dan kaum elitnya.

Sembari menambahkan jika dilanjutkannya reklamasi Pulau G bukan hanya melecehkan lembaga peradilan, berindikasi korupsi, merusak ekosistem lingkungan, tetapi juga sangat mencederai rasa keadilan masyarakat kecil, kaum nelayan.
“Dimana negara tunduk pada kepentingan pemodal dengan mengabaikan kepentingan masyarakat yang lebih luas hanya untuk segelintir kaum elit yg ingin hidup eksklusif,” begitu tulis salah satu akun di FB, Rabu (14/9).

Barisan kalimat yang menyebut ‘wakil pengembang Jokowi-Ahok’ pun seperti menyindir kabar yang sudah beredar luas mengenai bagaimana Jokowi dan Ahok saling bahu membahu pertahankan kelanjutan proyek reklamasi Teluk Jakarta. Semisal seperti yang pernah diberitakan Aktual.com beberapa waktu lalu dengan judul Ahok: Pak Jokowi Tidak Bisa Jadi Presiden Kalau Gak Disokong Pengembang

Sumber : aktual

Subscribe to receive free email updates: