Jokowi Nyengir Lihat Rudal Seharga Rp20 Miliar Dari Cina Terlambat Meledak


FAKTAMEDIA.NET - Dikutip dari laman facebook Tara Palasara yang mengomentari tentang judul berita yang ditulis oleh redaktur situs Surya (Group Tribunnews). Yang mana pada judul sebelumnya bertuliskan; Jokowi Nyengir Lihat Rudal Rp20 Miliar dari China Terlambat Meledak. Namun tak lama kemudian, semua judul dan isi dari berita tersebut berubah 100%.

Berikut isi berita sebelum di edit oleh surya tribunnews.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bergegas berdiri dari kursi khusus di geladak paling atas di KRI Banjarmasin.

Ia menyaksikan langsung jalannya puncak latihan perang TNI AL, Armada Jaya XXXIV 2016 di Perairan Banongan, Situbondo, Jatim, 14 September 2016.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menuju podium dan meraih microphone untuk memberi aba-aba dan komando.

Dia sangat antusias untuk menjadi saksi kedigdayaan percobaan alat strategis TNI AL ini.

Atas perintah Panglima Tertinggi TNI tersebut, tiga iring-iringan KRI siaga dan siap meluncurkan rudal terbaru yang didatangkan dari China C705.

Rudal itu memiliki daya jangkau sampai 140 Km. Konon, harga satu rudal buatan China ini sekitar Rp 20 miliar.

Ketiga KRI itu adalah KRI Celurit 641. Persis di belakangnya KRI Kunjang 642. Jika kapal pertama gagal menembakkan rudal, kapal kedua yang menggantikannya.

Sementara kapal ketiga KRI Layang 635 yang membawa rudal C805.

Usai MC mempersilakan, Jokowi pun mengambil alih komando latihan.

"Pasopati Satu... Di sini Presiden Republik Indonesia. Laksanakan penembakan rudal... " perintah Jokowi melalui pengeras suara.

Presiden asal Solo ini lantas mengambil posisi siap menghitung dimulainya penembakan rudal C705.

"Perhitungan mundur.. 10...9...8...7...6...5...4...3...2...1. Awas ... Tembak!" demikian perintah Jokowi.

Presiden lantas memusatkan perhatiannya pada iring-iringan tiga kapal pengangkut rudal buatan China.

Dia terus berdiri. Tampak Presiden ini hanya tersenyum nyengir karena hingga hitungan terakhir, rudal gagal diluncurkan.

Setidaknya gagal ditembakkan sesuai waktu.

Dalam skenarionya, rudal itu membidik sasaran di kapal perang lama yang akan dimusnahkan.

Kapal ini posisinya di Selat Karimata atau sekitar 55,5 Km dari perairan Banongan.

Tidak hanya hitungan terakhir Presiden yang berakhir tanpa diikuti peluncuran rudal, perintah menembak rudal C705 juga tak kunjung terealisasi. Kembali Jokowi pun terlihat tersenyum. Kemudian dia memutuskan kembali dari podium ke kursi awal.

Jokowi kemudian ngobrol dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmanyo dan KASAL Laksamana TNI Ade Supandi.

Keduanya terus mendampingi Jokowi selama latihan perang TNI AL Armada Jaya. Keduanya pula yang menerangkan kondisi dan tujuan latihan perang itu.

Selain keduanya ada Mensegneg Pratikno, Gubernur Jatim Soekarwo dan pejabat kementerian lainnya.

Rencana semula, dalam simulasi latihan perang itu, rudal canggih bisa tepat meledakkan sasaran dalam waktu tiga menit lebih 24 detik.

Namun dalam waktu sekitar lima menit, rudal yang rencana mau dibeli TNI AL ini tidak juga meluncur.

Meski dihitung mundur Presiden juga tak berhasil ditembakkan. Jokowi pun duduk sambil kembali ngobrol satu baris kursi dengan Panglima TNI dan KASAL.

Pantauan SURYA.co.id, Jokowi tampak terus tersenyum. Kadang sesekali nyengir dan tersenyum lagi bersama petinggi TNI itu.

Karena KRI Celurit gagal meledakkan rudal, MC pun mengajak rombongan Presiden untuk melihat KRI kedua, KRI Kunjang. KRI ini yang menggantikan peran KRI pertama karena gagal meluncurkan rudal.

Namun tiba-tiba, suara desingan rudal meluncur dari KRI Celurit, kapal pertama.

Jokowi pun tampak kaget karena kapal pertama yang dinyatakan gagal meluncurkan rudal ternyata delay selama lima menit.

Awak media yang sudah terlanjur mengarahkan kamera ke kapal kedua pun tak bisa mengabadikan rudal ditembakkan dari kapal pertama.

Berikut link berita yang semuanya sudah dirubah:


Melihat berita tersebut, Tara Palasara dalam facebooknya menyinggung tentang rudal yang telat meledak tersebut. Selengkapnya seperti yang dijelaskan dibawah ini.

tadinya.... saya ketawa ngakak membaca judul berita yang ditulis oleh redaktur situs berita SURYA ( Group Tribunnews ), akan tetapi ...

akan tetapi sejenak kemudian menjadi prihatin dan was-was menyangkut teknologi China.

tidak bermaksud menggeneralisir, karena sekelas pabrikan Samsung saja, bisa hasilkan "produk gagal" ( yang terbaru adalah kasus ponsel Galaxy Note 7 yang mudah terbakar )

tapi, sudah menjadi kesan pubik Indonesia bahwa Teknologi China ( yang kita bicarakan adalah yang ada di Indonesia ) PADA UMUMNYA DIKESANKAN sebagai Teknologi KW 2.

Contoh yang ada pada link status saya :

Jokowi Nyengir Lihat Rudal Rp 20 Miliar dari China Terlambat Meledak


pada saat Latihan perang TNI AL, Armada Jaya XXXIV 2016 di Perairan Banongan, Situbondo, Jatim, Pak Jokowi sempat memimpin komando peluncuran rudal rudal terbaru yang didatangkan dari China C705.

APALAH DAYA....

usai memberi perintah, "Perhitungan mundur.. 10...9...8...7...6...5...4...3...2...1. Awas ... Tembak !" tampak Pak Jokowi hanya tersenyum nyengir karena hingga hitungan terakhir, rudal gagal diluncurkan.

Rencana semula, dalam simulasi latihan perang itu, rudal canggih bisa tepat meledakkan sasaran dalam waktu tiga menit lebih 24 detik.

Namun rudal ternyata delay selama lima menit.

YANG MENJADIKAN KASUS DELAY INI MENJADI "PARAH" adalah ternyata Ada teknisi Tiongkok dalam KRI Celurit tersebut. Namun saat diminta menembak oleh Jokowi, gagal meluncur sesuai waktu yang ditentukan.

"Ada tombol fire yang menjadi penentu penembakan rudal. Namun tombol itu gagal berfungsi secara baik," kata salah satu perwira yang paham soal rudal.

http://surabaya.tribunnews.com/2016/09/14/jokowi-tembakkan-rudal-china-ternyata-delay-dan-belum-tentu-sampai-sasaran ---> teknisi dari negeri asalnya saja, gagal "handle" enih rudal, Gimana sih ? he..he..

untuk kasus ini, secara pribadi saya salut kepada Pak Jokowi karena beliau terus menebar senyum untuk mencairkan suasana.

Coba kalau itu terjadi pada Pemimpin Kore Utara, Kim Jong Un, wah..wah... bisa langsung ditenggelamkan itu petugas yang gagal misi peluncuran rudal karena hanya sebab tertidur (mengantuk) dalam rapat, Kim Jong-un Hukum Mati Pejabat Tinggi Pemerintahannya.


note : jadi teringat tentang Teknologi Kereta Cepat, aman gak ya ?!

Subscribe to receive free email updates: