Ikuti Golkar, Kader Hanura Membelot Dukung Agus Yudhoyono


FAKTAMEDIA.NET - Perpecahan melanda sejumlah partai pendukung pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat. Setelah PDI Perjuangan dan Golkar, perpecahan kini dialami oleh Partai Hanura.

Di internal Hanura, sejumlah kader Dewan Pimpinan Cabang Jakarta Barat disebut menolak mendukung pasangan Basuki alias Ahok di Pilkada DKI Jakarta 2017.

Sikap tersebut berseberangan dengan keputusan Ketua Umum Hanura, Wiranto, yang menyatakan dukungan politiknya kepada Ahok sebagai calon gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022.

Sekretaris DPC Partai Hanura Jakarta Barat, Rudy Silfa, mengatakan bahwa mayoritas kader partai di wilayahnya lebih memilih mendukung pasangan calon Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni atau Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Ia sendiri menyatakan dukungannya pada pasangan calon Agus Yudhoyono dan Sylviana.

"Sampai ke tingkat bawah pun ada banyak (menolak dukung Ahok). Mulai dari anak cabang, kecamatan, sampai ke tingkat ranting dan kelurahan dan itu terpecah ke Agus dan Anies," kata Rudy usai mendeklarasikan diri bergabung dalam barisan relawan Agus Yudhoyono Fans Club (AFC) di salah satu kafe di kawasan Jakarta Selatan, Senin (26/9).

Rudy menolak mengikuti keputusan DPP Hanura mendukung pasangan Ahok-Djarot. Ia mengatakan, hal dukungan kepada Ahok bertentangan dengan hati nuraninya.

"Keputusan partai harus pilih incumbent, tapi ini hak individu," katanya.

Namun, Rudy menolak bila dukungannya pada Agus Yudhoyono dan Sylviana dikaitkan dengan statusnya sebagai kader Partai Hanura.

Ia berdalih, keputusannya ini berdasarkan kesepakatan bersama organisasi advokat yang diikutinya, Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI).

"Saya tidak bawa institusi partai, saya lebih memilih garis kebijakan di organisasi advokat saya," tutur Rudy.

Sumber : cnnindonesia

Subscribe to receive free email updates: