Haris Azhar: Pengajuan Nama Budi Gunawan untuk Kepala BIN Kontroversial


FAKTAMEDIA.NET - Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Haris Azhar menilai langkah Presiden Joko Widodo mengajukan nama Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) adalah keputusan yang kontoversial.

“Karena nama Budi Gunawan ini ada dalam daftar rekening gendut,” kata Haris dilansir Tempo, Jumat, (2/9/2016).

Sosok Budi Gunawan dinilai kontroversial karena ia pernah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi oleh KPK pada 2015, setelah ia dicalonkan oleh Jokowi sebagai Kapolri.

Kasus ini akhirnya berujung kepada kekisruhan antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian Republik Indonesia.

“KPK diacak-acak. Komisionernya dikriminalisasi, lalu pergantian sejumlah pejabat dalam KPK,” imbuh Haris.

Haris pun menuturkan Komisi Informasi Publik (KIP) pernah meminta Presiden untuk membuka kasus tersebut kepada publik, namun data tersebut tak kunjung dibuka. Harta kekayaan Budi Gunawan juga belum diketahui publik hingga saat ini.

Selain itu, keputusan pengadilan yang mengabulkan praperadilan tidak lantas menggugurkan dugaan dan pertanyaan publik atas perkara tersebut.

“Nama Budi ada di ingatan publik sebagai pihak yang melemahkan KPK,” kata dia.

Haris menilai, kemunculan nama Budi Gunawan tidak bisa dilepaskan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Sudah jadi rahasia umum, kata Haris, bahwa Budi dekat dengan petinggi PDIP atau Megawati. Budi juga diketahui pernah membantu tim kampanye Jokowi.

“Ini patut diduga ada deal politik,” pungkas Haris.

Sumber : islampos

Subscribe to receive free email updates: