Beredar Isu Istana Hendak Gagalkan Pencalonan Anies Baswedan, Ini Tanggapan Mensesneg


FAKTAMEDIA.NET - Beredar isu menjelang Pemilihan Gubernur DKI 2017, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno terlibat dalam penentuan cagub/cawagub pilihan Gerindra-PKS.

Dari informasi yang beredar, seorang sumber dari Gerindra berbicara bahwa Pratikno mendatangi kediaman Prabowo Subianto ketika Partai Gerindra dan PKS tengah mempertimbangkan nama Anies Baswedan sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta. Saat itu, Pratikno hanya diterima Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon.

Praktikno disebut meminta Gerindra tak memilih Anies Baswedan, yang juga mantan Menteri Pendidikan era Jokowi, sebagai bakal calon gubernur. Alasannya, Anies bisa mengalahkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dan kebijakan di Jakarta bisa berubah.

Menanggapi hal itu, Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia menegaskan, Istana Kepresidenan tdak pernah ikut campur dalam pemilihan calon Gubernur dan Wakil Gubernur dalam Pemilihan Kepala Daerah 2017.

Pratikno menegaskan dirinya tidak pernah bertemu Prabowo atau pimpinan Partai Gerindra lainnya untuk membahas Pilgub DKI. Pertemuan itu tidak pernah terjadi.

“Menteri Sekretaris Negara, Pratikno tidak pernah bertemu Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, ataupun pemimpin Partai Gerindra lainnya untuk membicarakan apalagi mengintervensi proses penentuan pasangan calon peserta Pilkada DKI Jakarta yang akan diusung Partai Gerindra,” ujar Pratikno dalam siaran pers yang diterima merdeka.com, Minggu (25/9).


Berita bantahan tentang adanya intervensi Istana dalam Pilkada DKI dimuat dalam situs www.setneg.go.id, Minggu, 25 September 2016, yang berjudul Mensesneg Dukung Sepenuhnya DKI Jakarta yang Demokratis danBerkualitas.


Screenshot siaran pers Setneg terkait isu istana intervensi Pilkada DKI 2017Screenshot siaran pers Setneg terkait isu istana intervensi Pilkada DKI 2017
Informasi adanya intervensi pihak Istana dalam Pilgub DKI dinilai menyesatkan. Istana, kata Pratikno mendukung penuh proses penyelenggaraan Pilkada yang demokratis dan berkualitas.

“Mengenai sejumlah pemberitaan media online mengenai isu intervensi Istana terhadap Pilkada DKI Jakarta, Kementerian Sekretariat Negara menyatakan bahwa pemberitaan tersebut tidak benar dan menyesatkan,” begitu tulisan dalam klarifikasi itu.

Siaran pers ini memuat dua poin yang ingin ditegaskan Istana. Pertama, Menteri Sekretaris Negara Pratikno tidak pernah bertemu dengan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon.

Berita itu juga menyangkal ada pertemuan dengan pemimpin Partai Gerindra lainnya untuk membicarakan apalagi mengintervensi proses penentuan pasangan calon peserta Pilkada DKI yang diusung Partai Gerindra sebagaimana diberitakan sejumlah media online.

Poin kedua, berisi dukungan Istana terhadap Pilkada DKI Jakarta; “Istana mendukung proses penyelenggaraan Pilkada yang demokratis dan berkualitas.” Siaran pers ini disebarkan oleh Asisten Deputi Humas Kemensetneg, Masrokhan.

 Sumber : jurnalpolitik

Subscribe to receive free email updates: