Ternyata Dalam Dua Bulan Terakhir Ini Ahok Sudah Lima Kali Diusir Oleh Warga Jakarta


FAKTAMEDIA.NETSejak hari Rabu 15 Juni 2016 di bulan Ramadhan lalu hingga kini sudah lima kali Ahok ditolak, dihadang dan diusir oleh warga Jakarta.
Namun alhamdulillah arus informasi penolakan, penghadangan dan pengusiran terhadap Ahok oleh warga masyarakat tersebut masih bisa tersebar luas lewat media sosial, sebagai berikut
1. Hari Rabu tanggal 15 Juni 2016 tepat di bulan Ramadhan, Ahok berencana mengunjungi Masjid Al-Inayah, Komplek Merpati, Kelurahan Pegadungan Kecamatan Kalideres Jakarta Barat.
Walau bukan seorang muslim dan ikut berpuasapun tidak, namun Ahok ingin ikut makan-makan bareng alias berbuka puasa bersama warga masyarakat Kalideres dan sekitarnya dalam acara kunjungan yang diberi tajuk “Safari Ramadhan”, yang bagi warga masyarakat setempat itu adalah bagian dari kampanye terselubung Ahok menuju Pilgub DKI 2017.
Warga Kalideres kemudian kompak menyatakan menolak keras Masjid yang merupakan tempat suci bagi umat Islam untuk dikotori dan diinjak-injak oleh Ahok. Apalagi di Bulan Suci Ramadhan, Bulan yang sangat mulia bagi umat Islam.
Mereka menyatakan penolakan keras atas rencana kedatangan Ahok dan akan menghadang serta mengusir Ahok apabila tetap nekad berani datang dan menginjak-injak Masjid Al-Inayah. Warga masyarakat setempat pun kemudian berjaga-jaga untuk mengantisipasi kedatangan Ahok.
Setelah mengetahui kehadirannya ditolak oleh warga Kalideres, akhirnya Ahok tidak berani datang dan kemudian membatalkan kunjungannya ke Masjid Al-Inayah.
2. Jum’at 17 Juni 2016, Masjid Nurul Falah, Jalan Tanjung Duren Pasar Kopro Grogol Petamburan Jakarta Barat.
Masih di Bulan Suci Ramadhan, dua hari setelah penolakan di Kalideres, kali ini Ahok kembali ingin berkunjung ke Masjid, yaitu Masjid Nurul Falah Di Grogol Petamburan Jakarta Barat.
Namun Imam Masjid, MUI setempat, jama’ah dewan kota setempat beserta warga masyarakat sekitar kompak menyatakan menolak keras kedatangan Ahok.
Sama seperti di Kalideres, Ahok akhirnya juga tidak berani datang dan kemudian membatalkan kunjungannya di Masjid Nurul Falah.
Namun warga Grogol Petamburan dan sekitarnya tetap berjaga-jaga sampai malam seusai Sholat Tarawih untuk mengantisipasi rencana kedatangan Ahok.
3. Senin, 20 Juni 2016, Masjid At-Taqwa RW. 04 Kelurahan Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara
Masih di Bulan Suci Ramadhan, Ahok berencana hadir pada acara Buka Puasa Bersama di Masjid At-Taqwa RW. 04 Kelurahan Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara, serta Pondok Pesantren Khoirul Ummah pimpinan KH. Oman Syahroni, di Jalan Kapuk Muara RT. 06 RW. 05, Kelurahan Kapuk Muara Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, hari Senin 20 Juni 2016.
Namun sejak siang hari warga masyarakat Kapuk Muara Penjaringan dan sekitarnya, bahkan anggota ormas-ormas Islam sudah berkumpul dan berjaga-jaga, untuk menolak kedatangan Ahok di Kampung mereka.
Namun berbeda dengan rencana kedatangan Ahok di Masjid Al-Inayah dan Masjid Nurul Hidayah sebelumnya, kali ini Ahok menurunkan Polisi dan Satpol PP secara besar-besaran untuk mengawal dan mengamankan kedatangannya. Mereka kurang lebih berjumlah 100 orang, komplit perlengkapannya dan ada mobil pemadam kebakaran pula.
Namun sungguhpun demikian, tidak satu centimeter pun warga masyarakat Muara Baru Penjaringan mundur. Melihat pasukan pengawalan Ahok yang jumlahnya begitu besar, bukannya takut warga justru malah semakin berani lagi.
Sejak siang hari mereka sudah berkumpul dan bersiaga. Dan pada sore hari menjelang Maghrib, warga masyarakat Penjaringan Jakarta Utara sempat bersitegang dan hampir bentrok dengan para Polisi dan aparat Satpol PP yang ditugaskan untuk mengawal Ahok.
Mendapat informasi di lokasi acara warga masyarakat sudah berkumpul untuk menghadangnya, akhirnya Ahok pun ciut. Padahal rombongan mobil Ahok beserta para anak buahnya sudah berada di daerah Jembatan III, cukup dekat dengan lokasi acara. Namun akhirnya Ahok langsung putar balik, pulang ketakutan tidak jadi datang.
4. Jum’at, 24 Juni 2016, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Penjaringan Indah, Jakarta Utara
Tiga kali ditolak secara beruntun oleh warga Jakarta membuat Ahok gemas. Tak peduli sudah lama ia ditolak warga Penjaringan, kali ini Ahok nekad ingin tetap datang melakukan kunjungan ke Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Penjaringan Indah, Jakarta Utara, hari Kamis 23 Juni 2016.
Warga Penjaringan tetap bersikeras menyatakan penolakan bahkan mereka sudah bersiaga sejak Shubuh untuk menolak kedatangan Ahok:
Namun tak peduli dengan resiko akan terjadi bentrokan, Ahok tetap nekad mencoba datang dengan pengawalan sangat ketat oleh ratusan aparat Polisi, TNI dan Satpol PP bersenjata lengkap.
Tentunya perkiraan Ahok dengan pengawalan luar biasa dahsyat dari aparat seperti itu ia akan aman mengikuti seluruh rangkaian acara disana sampai selesainya acara malam hari.
Namun akibat kedegilan Ahok yang tetap nekad datang walaupun sudah tahu bahwa ia ditolak warga, bentrokanpun akhirnya pecah dan tak bisa dihindari antara warga setempat dengan para pengawal Ahok, bahkan mobil Ahok pun sebelum kabur dikabarkan sempat ditimpuki oleh warga.
Dan selain itu juga timbul kejadian yang amat sangat memalukan yang menimpa diri Ahok dan terus menjadi bahan tertawaan para netizen, hinggga saat ini.
Bagaimana tidak, Ahok nampak sangat terburu-buru dan hanya sekitar 10-15 menit berada di lokasi di RPTRA Penjaringan Indah.
Ahok hanya memberikan kata sambutan sebentar, lalu foto bersama beberapa PNS dan anak-anaknya yang kemudian disebar beritanya oleh tim propaganda Ahok bahwa Ahok disambut sangat meriah dan foto bersama warga setempat, dan hal itu telah dibantah oleh warga setempat:
Sebelum kemudian Ahok buru-buru kabur ngibrit lari ketakutan dengan pengawalan sangat ketat dari para body guardnya, sebelum beduk adzan Maghrib.
Begitu singkatnya Ahok berada disana bahkan Ahok tidak ikut acara buka puasa bersama seperti yang sudah ia rencanakan. Dan lebih lucunya lagi… Ahok kabur menghindari amukan warga masyarakat adalah melalui jalur kebon!
Link video Ahok kabur lewat kebon:
  5. Sabtu, 30 Juli 2016, Condet Jakarta Timur
Warga masyarakat Condet Jakarta Timur termasuk berbagai ormas dan elemen masyarakat akhirnya berhasil menggagalkan kunjungan Ahok yang berencana menghadiri acara Festival Condet, hari Sabtu 30 Juli 2016
Sedari awal warga sudah menyatakan penolakan mereka atas rencana kehadiran Ahok. Penolakan warga terhadap Ahok ditunjukkan dengan memasang berbagai spanduk penolakan di berbagai area strategis di Condet, mulai dari Rindam Jaya sampai Masjid Al-Hawi bahkan sampai keluar di Jalan Raya Bogor dan area PGC Cililitan.
Warga masyarakat Condet yang banyak diantaranya merupakan warga Betawi mengaku mereka resah atas rencana kehadiran Ahok. Karena mereka memang tidak menyukai sosok Ahok sebagaimana juga mayoritas warga Jakarta lainnya terutama warga pribumi.
Warga ingin acara Festival Condet berjalan dengan lancar, aman dan semarak. Kehadiran Ahok hanya akan membangkitkan kemarahan masyarakat sehingga mereka bertekad mengusir Ahok apabila berani menginjakkan kakiknya di wilayah Condet.
Apalagi disinyalir Ahok berniat memanfaatkan acara Festival Condet untuk ajang pencitraan dan kampanye terselubungnya untuk Pilgub DKI 2017.
Melihat penolakan warga masyarakat Condet yang begitu hebat, nyali Ahok pun akhirnya ciut dan kemudian membatalkan kehadirannya di Festival Condet. Sehingga acara Festival Condet pun berlangsung dengan aman, lancar dan penuh berkah.
Allahu Akbar!
Merdeka!
 Sumber : Fp Bukan Teman Ahok

Subscribe to receive free email updates: