Rayakan HUT Kemerdekaan RI, Warga Korban Gusuran Bikin Lomba Melempari Gambar Ahok


FAKTAMEDIA.NET - Jika dalam sebuah pertandingan resmi, apalagi dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun negara maka sudah sewajarnya jika perayaan yang di isi dengan perlombaan dinikmati oleh seluruh warga dan para pemimpin juga ikut berbahagia, melihatnya.

Namun yang terjadi di bawah kolong tol di sekitar bekas lokasi penggusuran Kalijodo, warga yang tidak bisa mendapatkan tempat tinggal di Rusun Marunda, dan menempati kolong tol akibat tidak mampu membayar kontrakan untuk, merayakan dengan sebuah lomba “Kemenangan dan Kepuasan” bagi mereka

Warga yang tinggal di bawah kolong ini menurut Zeng Wei Jian, salah satu Pemerhati Sosial Politik masyarakat kecil, khususnya di Jakarta, adalah warga DKI Jakarta.

“Mereka semua yang disini memiliki KTP DKI Jakarta, dan bukan pendatang gelap di Jakarta,” ujar Zeng Wei Jian, dalam beberapa kali postingannya terkait dengan keberadaan mereka di bawah jalan Tol.

Mereka adalah korban gusuran pada bulan Februari 2016 lalu, sang “Diktator” Ahok yang menggunakan anggota Satpol PP, Polri dan TNI, dipaksakan untuk menghadapi warga.

Dan hasilnya, warga rela tanpa mampu lakukan perlawanan, warga menangis dan hanya tertunduk lesu menatap rumah mereka hancur menjadi puing, dihantam oleh alat berat milik pemprov DKI yang uangnya justru dibeli mengunakan uang rakyat.

Janji untuk mendapatkan Rusun di Marunda, ternyata tidak sesuai dengan kenyataan, dari 6.000 KK, yang bisa masuk hanya 200 KK, sisanya dibiarkan cari jalan sendiri, tanpa diperdulikan lagi, oleh Pemprov.

Bahkan mereka yang tinggal di kolong jalan tol ini, karena memang sudah tidak memiliki apapun, walaupun untuk membayar kontrakan, akhirnya mereka membuat hunian seadanya, di bekas puing-puing gusuran.

“Yang tidak mampu kontrak, terpaksa kembali menempati puing-puing sisa reruntuhan mereka, dan mereka dijuluki “Manusia Kolong Tol,” ujar Zeng Wei Jian alias Ken Ken, yang sudah bersama mereka sejak awal mereka mulai menempati kolong tol.
Walaupun dibawah kolong tol, dan dengan peralatan dan lokasi yang sangat seadanya, namun pertandingan yang dibuat untuk memperingati hari kemerdekaan, benar-benar dibuat untuk memerdekakan hati mereka dan itu benar-benar membuat mereka puas.

Pertandingan kali ini, adalah melempari wajah Ahok pada sebuah gambar yang terpampang pada sebuah tiang jalan tol, dan bukan hanya anak kecil, yang dewasa juga tidak mau kalah, dan jadilah tiang penyangga jalan tol itu, penuh dengan cat dan berbagai lainnya untuk memuaskan diri mereka.

Menurut Ken lomba “Timpuk Ahok” Ahok ini memang sangat menggairahkan para pesertanya, bahkan sebagai pelampiasan atas kemarahan kepada Ahok yang dianggap oleh mereka Seorang Diktator, di atas gambarnya di beri tulisan grafiti (maaf)” Ahok Anj**g”.

Para peserta lomba yang pertama kalinya, bahkan di Indonesia belum pernah diadakan, apalagi dalam memperingati Hari Kemerdekaan ke 71, rupanya diminati oleh para ibu dan bapak, walaupun ini adalah pertamakalinya memperingati HUT Kemerdekaan tanpa rumah dan dibawah kolong tol.

Sebanyak 15 peserta dari “Manusia Kolong Tol” berlomba melempari gambar Ahok yang berisi tulisan “Usir Ahok Dari Jakarta, Selamatkan Indonesia” dengan tinta merah. Dan hasilnya Bapak Joni keluar sebagai juara pertama, lalu disusul oleh ibu Putri dan yang berhak sebagai juara ketiga adalah Ibu Umi. 

Sumber : pembawaberita

Subscribe to receive free email updates: