15 Tahun Bungkam, Juru Kamera Ini Sebut Runtuhnya WTC Adalah Fitnah Amerika Untuk Afghanistan


FAKTAMEDIA.NET - Hingga kini, peristiwa runtuhnya menara kembar World Trade Center di New York, pada 11 September 2001 masih menyisakan tanda tanya bagi manusia.

Setelah insiden ini, pemerintah AS langsung melakukan invasi ke Afghanistan untuk mengejar Osama bin Laden.

Tapi benarkah tabrakan sebuah pesawat hanya di satu titik bisa membuat gedung setinggi itu luluh lantak dalam hitungan detik?

Seorang pria bernama Kurt Sonnenfeld, mengaku pernah bekerja di US Department of Homeland Security,atau Badan Pertahanan Keamanan Amerika Serikat,mengaku punya jawabannya.

Dia mengaku pernah ditugaskan sebagai juru kamera dan dokumenter setelah serangan Nine Eleven atau 9/11 terjadi.

Menurut Sonnenfeld, saat itu dia ditugaskan untuk mengambil semua gambar di reruntuhan gedung, saat peristiwa bau terjadi.

Mengejutkan, karena Sonnenfeld mengatakan, bahwa dari apa yang ia rekam, runtuhnya gedung WTC jelas sebuah rekayasa.

Menurutnya, keanehan terjadi di Gedung 6 dan 7.

Di Gedung 6, dia melihat sendiri sejumlah brankas dalam kondisi terbuka dan dalam kondisi kosong melompong.

Padahal, menurutnya, saat itu ia orang pertama yang diizinkan masuk area tersebut oleh petugas keamanan.

Brankas itu menurutnya seharusnya penuh dengan batangan emas simpanan pemerintah.

"Ini bukti bahwa pemerintah sebetulnya sudah tahu WTC akan diserang, sehingga mereka lebih dulu mempersiapkan segala sesuatunya,"ujar dia.
Sonnenfeld mengatakan, dia juga bingung ketika melihat bagaimana gedung World Trade Center 7, runtuh meski tak mengalami kerusakan.

"Bagiku, hal paling mencurigakan adalah apa yang terjadi di Gedung 7,"

"Gedung ini tidak ditabrak pesawat.Tidak ada bagian strukturnya yang rusak, tapi anehnya, gedung ini jatuh begitu sempurna seperti diledakkan, hanya butuh 6,5 detik untuk gedung 47 lantai sampai rata tanah," kata dia.

Kurt Sonnenfeld sendiri bernyanyi setelah dia merasa dikriminalisasi oleh pemerintah AS.

Ia dituding membunuh istrinya dan terancam hukuman mati.

Padahal, Sonnenfeld beralibi istrinya itu bunuh diri, dengan menembak kepalanya sendiri.

Menurutnya, pemerintah AS berkonspirasi menyingkirkannya karena ia dianggap tahu terlalu banyak soal fakta di balik runtuhnya WTC.

Setelah tuduhan pembunuhan, Kurt Sonnenfeld lari ke Argentina.

Ini karena Argentina adalah salah satu negara yang menentang hukuman mati.

Pemerintah AS hingga kini tak bisa mengekstradisi Sonnenfeld, tapi ditolak oleh pemerintah Argentina. 

Sumber : mediapribumi

Subscribe to receive free email updates: