Via FB dan SMS Sejumlah Wartawan di Padang Terima Teror Pembunuhan, LBH Pers Desak Polisi Ungkap Pelaku

Ilustrasi
FAKTAMEDIA.NET - Via FB dan SMS Sejumlah Wartawan di Padang Terima Teror Pembunuhan, LBH Pers Desak Polisi Ungkap Pelaku

Newsth.com – FB dan SMS digunakan oleh orang tidak bertanggng jawab untuk meneror sejumlah wartawan di Padang. Teror tersebut muncul setelah ada pemberitaan yang beredar dan dinilai menyudutkan Wali Kota Padang Panjang.

Tidak hanya sejumlah wartawan ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Padang Panjang, Syamsoedarman juga mendapatkan teror tersebut. Isi teror yang disampaikan melalui pesan singkat dan FB tersebut berisi peringatan kepada sejumlah wartawan di Padang Panjang supaya tidak macam-macam.

Pesan berisi teror itu sudah diterima sejak hari Jumat 15 Juli 2016. Pengirim teror juga meminta kepada penerima sms supaya memberikan informasi teror ke Kabag Humas Pemko Padang Panjang, Ampera Salim.

Wartawan yang mendapat teror menemui Ampera, namun dia mengaku tidak mengetahui soal pesan teror yang dikirim lewat sms dan FB tersebut. Sementara Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Kota Padang, Sumatera Barat mendesak pihak kepolisian setempat supaya segera mengusut kasus teror yang diterima wartawan.

Direktur LBH Pers Padang, Rony Saputra meminta pihak kepolisian menelusuri dan menyelidiki pengirim sms teror. Menurut Rony selain menebar teror, yang dilakukan orang tak bertanggung jawab juga sudah membuat kegaduhan.

Rony menjelaskan kalau pengirim pesan berisi teror menyatakan akan mengambil tindakan serius jika memang pesan yang dikirim ke Ketua PWI Padang Panjang tidak dipatuhi. Rony menuturkan pesan teror juga diterima oleh jurnalis Harian Singgalang, Jasriman dari nomor yang sama.

Selain Jasriman, jurnalis Metro Andalas Paul Hendri juga mendapat pesan teror dengan isi hampir sama. Namun ketika nomor pengirim pesan teror hendak dihubungi nomornya sudah tidak aktif.

Adanya pesan teror kepada wartawan di Kota Padang Panjang menurut Rony adalah tindakan yang tidak profesional dan merupakan salah satu upaya pembungkaman terhadap kemerdekaan dan kebebasan pers.

Sumber : newsth

Subscribe to receive free email updates: