Soal NonMuslim Bayar Zakat, Ketua Persis: Secara Fiqih Zakat, Jelas Menyimpang


FAKTAMEDIA.NET - Drs. Beben Mubarok M. Ag., Ketua PD Persis (Persatuan Islam) Kota Bekasi menyatakan bahwa umat perlu membentengi diri soal orang nonMuslim yang ikut membayar zakat.

“Secara fiqih zakat, jelas menyimpang. Mengingat istilah zakat merupakan musthalahat syar’iyah, yaitu istilah hukum dalam Islam yang tidak dapat digunakan oleh agama lain,” tegas Deden seperti dikutip dari persis.or.id, Sabtu (2/7/2016).

Beben pun mewanti-wanti agar umat Islam agar waspada di balik pemberitaan orang nonMuslim yang membayar zakat. “Dilihat dari pendekatan konspirasi, yaitu pentingnya mempertanyakan niat di balik apa yang dilakukan pihak musuh (baik bersifat makar atau sekadar pencitraan, red),” tambahnya.

Lebih lanjut, Beben pun menggugah kesadaran umat Islam untuk peka terhadap sikap paradok istihza yang dilakukan oleh orang nonMuslim tersebut. “Istihza, yaitu bentuk pelecehan dan penodaan terhadap agama. Di satu sisi, mengeluarkan zakat sebagai simbol agama. Di sisi lain, aturan-aturan agama (Islam, red) dilecehkan. Dalam hal ini, bisa dilihat dari gegap gempitanya pencabutan Perda yang beraroma syariat Islam,” demikian dia.

Sumber : islamedia

Subscribe to receive free email updates: