SBY Lihat Ada yang Tidak Beres pada Jokowi


FAKTAMEDIA.NET - Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, mengatakan, kritikan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terhadap jargon revolusi mental, membuktikan ada sebuah kesalahan yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi), "Kritikan dari SBY saya rasa adalah sebuah masukan.

Sebab SBY pasti telah melihat adanya sesuatu yang melenceng dalam pemerintahan," kata Hendri kepada Okezone, Minggu (25/4/2015). Menurutnya, prinsip SBY yang selalu menganggap seorang musuh terlalu banyak ketimbang seribu teman, patut dicontoh oleh Jokowi dalam menjalankan roda pemerintahannya. "Pendekatan Presiden Jokowi berbeda dengan Presiden SBY, sumbang saran itu perlu didengarkan. Ini pasti SBY telah melihat ada yang tidak beres," ucapnya.

Hendri menuturkan, kritikan SBY itu bukan merupakan intervensi dari mantan presiden yang pernah berkuasa selama sepuluh tahun. Karena hak perogatif tetap ada pada Jokowi. "Mungkin SBY melihat Jokowi terlalu lama mengambil keputusan lantaran terlalu mendengar orang-orang disekitarnya yang pada akhirnya lamban mengambil sebuah sikap," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, SBY mengkritik Presiden Jokowi harus mengutamakan keseimbangan disegala hal saat menerapkan revolusi mental tersebut. SBY mengatakan, kehidupan bangsa yang harmonis merupakan cerminan revolusi mental untuk kemajuan suatu bangsa.

"Masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk, itu harus disikapi dengan bijak, benih konflik di dalamnya pasti ada, maka perlu konsiliasi dan keseimbangan dalam bingkai kemajemukan bangsa," kata SBY, Sabtu 25 April 2015.

Sumber : okezone

Subscribe to receive free email updates: