Melihat Ada Kejanggalan, Ali Mocthar Ngabalin Minta Jenazah Ketua KPU di Autopsi


FAKTAMEDIA.NET - Atas nama demokrasi dan hak-hak manusia serta untuk mengungkapkan tabir di balik meninggal dunia Ketua KPU Husni Kamil diusulkan untuk diautopsi.  Proses autopsi ini diminta dilakukan oleh tim dokter ahli forensik yang independen.

“Semoga keluarga memberi izin agar bisa dilakukan autopsi  jenazah almarhum,” pinta  Ketua Umum Muballigh Se-Indonesia Ali Mocthar Ngabalin, Jumat (8/7) di media sosial.

Ali Mocthar menuturkan, setelah melihat wajah jenazah Husni, dirinya berkesimpulan wajah seperti ini  setelah diautopsi ternyata  meninggal dunia karena diracun. Untuk itu,  Ali Mocthar meminta negara harus menaruh perhatian pada berpulang ke Rahmatullah Ketua KPU yang sangat mendadak.

Sebagaimana diketahui, Husni mengeluh sesak napas pada Kamis (7/7) pagi. Kondisinya menurun pukul 19.00 WIB dan menghembuskan napas terakhirnya pukul 21.10 Wib.

Husni Kamil Manik kelahiran Medan, Sumatera Utara, 18 Juli 1975 menjabat Ketua Komisi Pemilihan Umum sejak 12 April 2012. Sebelumnya komisioner KPU Provinsi Sumatera Barat sejak 2008.

Husni menamatkan SD hingga MTsN di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Setelah lulus dari MAN I Medan, ia masuk ke Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat 1994. Husni meninggalkan istri Endang Mulyani dan tiga anak.

Sumber : netralitas

Subscribe to receive free email updates: