Kemenhub Akui Pengoperasian Tol Brebes Dipaksakan, Akhirnya Makan Korban. Demi Pencitraan ?


FAKTAMEDIA.NET - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pudji Hartanto menilai, pengoperasian Jalan Tol Pejagan-Brebes pada arus mudik Lebaran 2016 dipaksakan. Menurut dia, hal itulah yang menimbulkan kemacetan lalu lintas di ruas tol tersebut.

“Secara infrastruktur belum terpenuhi,” katanya seperti dilansir Antara

Pudji mengatakan, pintu Tol Keluar Brebes Timur terdapat 10 gardu yang tidak sebanding dengan pintu Tol Cikarang Utama yang memiliki 32 gardu.

Penyebab utama kemacetan jumlah pintu transaksi Cikarang Utama, lanjut dia, tidak sama dengan jumlah pintu Brebes Timur yang menimbulkan kepadatan kendaraan.

Mantan Kepala Korps Lalu Lintas Polri itu mengungkapkan, sebanyak 80 persen kendaraan yang masuk Tol Cikarang Utama, Bekasi keluar di Gerbang Tol Brebes Timur. Sementara itu, sebagian kecil lainnya keluar di Gerbang Tol Pejagan.

“Jika keluar Tol Pejagan arah Jawa Timur maka harus memutar balik sehingga pemudik lebih memilih keluar Brebes Timur,” ujar Pudji.

Jalan Tol sepanjang 30 kilometer itu tidak memiliki jalur alternatif sehingga pemudik terpaksa keluar di Tol Brebes Timur yang menimbulkan kemacetan.

Budi menambahkan, dipaksakannya pengoperasian Tol Pejagan-Brebes Timur itu karena pemudik dihadapkan dengan pertemuan jalur pantura, kapasitas jalan kecil, pasar tumpah, angkutan umum yang sering berhenti sembarang, dan pintu perlintasan kereta api.

Dipaksakan untuk beroperasi, untuk apa kalau banyak menimbulkan masalah

Pemerintah melalui kemenhub, baru mengakui bahwa pengoperasian tol brebes dipaksakan

Berbicara pengorbanan yang dihadapi oleh para pemudik, dari tenaga, biaya hingga nyawa; pernyataan kemenhub seolah memberitahukan bahwa para pemudik diberikan jalur ‘neraka’ dengan begitu banyak resiko yang akan dihadapi, tetapi aparat yang berwenang diam tidak memberitahukan

Apakah pemaksaan operasional tol Brebes adalah demi semata mengejar pencitraan?, pencitraan bahwa pemerintah sudah bisa menyelesaikan proyek tol brebes secepatnya sehingga siap dilalui oleh para pemudik 2016

Ironisnya, pada waktu sebelum digunakan untuk para pemudik, jalur tol brebes sudah dikatakan siap dan aman untuk dilalui oleh para pemudik versi pemerintah pada saat peresmian, bahkan dengan bangga pemerintah Jokowi mengatakan telah berhasil menyelesaikan proyek tol tersebut setelah 20 tahun tidak pernah selesai

Tetapi ketika ternyata hasilnya tidak sesuai harapan, pemerintah melalui kemenhub dengan gampangnya berbicara bahwa pengoperasian tol brebes dipaksakan

Jelas ini demi sebuah pencitraan yang akhirnya menelan banyak korban. 

Sumber : lingkarannews

Subscribe to receive free email updates: