Jokowi Tidak Mengecam Kudeta di Turki, Dulu Saat Kudeta Mursi Jokowi Malah Memaklumi


FAKTAMEDIA.NET - Para pemimpin dunia mengecam upaya kudeta militer di Turki yang terjadi Jumat (15/7) yang akhirnya gagal.

Kudeta militer Turki yang dilancarkan pada Jumat dinihari waktu setempat, 15 Juli 2016, mendapatkan kecaman dan penolakan dari para pemimpin dunia.

Berikut beberapa pernyataan para pemimpin dunia seperti dikutip dari CNN Indonesia:

Dari Uni Eropa, Presiden Dewan Eropa Donald Tusk:
"Turki adalah mitra penting Uni Eropa. UE mendukung sepenuhnya pemerintah, institusi negara yang terpilih secara demokratis dan penegakan hukum," kata Tusk di sela KTT regional di Mongolia.

Kanselir Jerman Angela Merkel:
"Demokrasi di Turki harus dihormati. Semua hal harus dilakukan untuk melindungi nyawa manusia," kata Merkel melalui juru bicaranya, Steffen Seibert.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe juga mengatakan demokrasi harus dihormati.
"Saya berharap situasi akan segera kembali normal, dan perdamaian serta ketertiban kembali pulih," kata Abe.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengatakan, "campur tangan militer dalam urusan negara tidak bisa diterima."

Hampir seluruh negara menyayangkan adanya kudeta di Turki.

Namun, di negeri muslim terbesar di dunia, sampai berita ini diposting belum ditemukan adanya kecaman atau penolakan terhadap kudeta militer di Turki yang disampaikan Presiden Jokowi.

Redaksi portalpiyungan.com lewat searching Google berusaha mencari berita tentang pernyataan Presiden Jokowi terkait kudeta di Turki, juga belum menemukan berita tersebut.

Di akun twitternya @jokowi, juga belum ada cuitan Presiden Jokowi terkait kudeta militer di Turki.

Cuitan terakhir Jokowi pada hari Minggu (17/7) tentang pergantian pasukan jaga Istana Kepresidenan.

"Sekarang kita bisa melihat pergantian pasukan jaga Istana Kepresidenan. Ayo ke istana hari Minggu ke-2 jam 8 -Jkw," kicau akun @jokowi.

Status twiter sebelumnya, tanggal 15 Juli, tentang kecaman Jokowi terhadap teror di Perancis.

"Serangan di Perancis sangat kejam. Indonesia bersatu dalam solidaritas. Belasungkawa untuk korban dan rakyat Perancis -Jkw" kicaunya.

Sikap Presiden Jokowi terhadap kudeta milter ini penting untuk mengetahui sikap dan posisi pemerintah RI yang dipimpin Presiden Jokowi, apakah setuju dengan cara kudeta militer atau menolak.

Sebagai informasi, saat Jokowi masih menjabat Gubernur DKI, tampak Jokowi memaklumi kudeta militer yang terjadi di Mesir terhadap Presiden Muhammad Mursi.

Jokowi tidak menolak atau mengecam kudeta militer di Mesir terhadap Presiden Mursi yang sah terpilih secara demokratis. Bahkan Jokowi menilai "wajar" Mursi dikudeta karena eksklusif dan tidak tahu apa yang diinginkan rakyatnya.

Berikut kutipan berita dari merdeka.com, 25 Juli 2013.


Ceramahi polisi soal pemimpin, Jokowi cerita soal kudeta Mesir

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menjadi pembicara dalam diskusi dengan tema kepemimpinan nasional di Mapolda Metro Jaya. Ketua DPR Marzuki Alie pun turut hadir dalam diskusi yang digelar untuk peserta Sespimti (Sekolah Siswa Pimpinan Perwira Tinggi) tersebut.

Jokowi yang mengenakan kemeja putih dan celana bahan hitam itu mengatakan, saat ini, model kepemimpinan yang disukai adalah model kepemimpinan horizontal.

Seperti yang kerap disampaikan Jokowi, saat ini sudah bukan zamannya pemimpin yang selalu bersifat eksklusif. "Artinya antara pemimpin dan rakyatnya tidak tersekat dengan keeksklusifan," ujar Jokowi di Mapolda Metro Jaya, Kamis (25/7).

Sebagai contoh, lanjutnya, peristiwa penggulingan Presiden Mesir Mohamed Morsi. Jokowi menilai peristiwa tersebut merupakan salah satu bukti kepemimpinan yang eksklusif akan dengan mudah dihancurkan oleh rakyatnya sendiri.

"Karena pemimpin yang eksklusif tidak tahu apa yang diinginkan warganya," ucap suami Iriana Jokowi tersebut.

"Mesir hancur karena tidak membaca perubahan zaman, jadi hubungan horizontal antara pemimpin dan masyarakatnya itu harus dibaca. Jadi bisa tahu kebutuhan rakyatnya," tambahnya.


Nah, sekarang posisi Jokowi sudah jadi Presiden RI. Sampai saat ini belum diketahui posisi dan sikap kebijakan Jokowi apakah SETUJU atau MENOLAK KUDETA MILITER di Turki. Atau memaklumi kudeta seperti dulu kudeta atas Mursi.

Dari Indonesia, sikap menolak kudeta militer Turki sudah disuarakan oleh Ketua MPR, Pimpinan DPR, dan juga beberapa partai politik diantaranya PKS.


Kita berharap semoga tidak terjadi kudeta militer di negeri ini. Perbedaan dan pergantian pimpinan harus dilakukan secara demokratis lewat pemilu. Sebenci apapun, setidak setuju bagaimananpun dengan Presiden jangan sampai terjungkal oleh militer.

Jangan seperti para pendukung Jokowi, yang girang saat mendengar kabar kudeta militer atas Erdogan. Walau akhirnya mereka menelan ludah sendiri setelah akhirnya kudeta gagal.


Sumber : portalpiyungan

Subscribe to receive free email updates: