Jokowi Makin Kelihatan 'Bodohnya', Rakyat Menyesal Pilih Jokowi ?


FAKTAMEDIA.NET - Penerintahan Jokowi kian membuat rakyat makin frustasi. Itulah penilaian para aktivis prodemokrasi. Mereka kian mengeluh bahwa Jokowi ternyata sangat lemah, sehingga perlu juru bicara untuk membantunya menjelaskan soal melemahnya rupiah dan ekonomi nasional yang memburuk.

Berbagai kabar di media sosial mengeluh atas ketidakmengertian Jokowi dalam mengurus ekonomi bangsa sehingga negara ini makin lemah dan buruk ekonominya.

''Kalau rupiah terus terpuruk, itu berarti presidennya yang goblok,'' kata para aktivis HMI dan GMNI. ''Yang goblok itu rezim Jokowi-JK yang tidak becus, sebagaimana disebut pengamat politik Arbi Sanit dari UI,'' kata para demnonstran BEM UI di Jakarta pekan lalu.

Komentar senada juga disampaikan Ketua Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI) Ratna Sarumpaet saat menjadi pembicara pada diskusi “Berlanjutnya Kekacauan Sistem Negara, Krisis Kepemimpinan Nasional dan Ketidakpastian Kebijakan di Era Joko Widodo’ di Warung Komando, Tebet, Jakarta.‎ Ratna mengaku merasa jengah dengan kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Jokowi bukan kaliber pemimpin yang mampu menata negara dengan baik.

“Saya berpikir Jokowi itu pemimpin yang bodoh,” sebut Ratna saat menjadi pembicara diskusi dan pernyataan sikap ‎politik ‘

Di bawah kemimpinan Jokowi terjadi banyak kemunduran yang dialami negara. Bahkan, Ratna mengatakan Jokowi tidak mampu membangun mekanisme kerja yang produktif bagi kabinetnya.

Sebagai aktivis, ia mengaku tidak tahu lagi harus seperti apa menanggapi keadaan saat ini, akibat kegagalan pemerintahan Jokowi-JK dalam mengelola negara.

Seorang analis bahkan meminta Presiden Joko Widodo untuk menunjuk seseorang sebagai juru bicara yang khusus menangani masalah keuangan. Hal itu dianggap perlu untuk menghindari salah persepsi publik seperti saat terjadi pelemahan rupiah terhadap dollar AS.

"Dari awal, sebenarnya sudah seringkali diperlukan juru bicara untuk meneruskan pesan dari pemerintah, agar masing-masing pimpinan, pejabat keuangan, atau menteri tidak mengeluarkan pernyataan berbeda-beda," ujar Direktur Populi Center Nico Harjanto.

Ini bukan fitnah, tapi semua berdasarkan fakta yang ada dan memang itulah kejadiannya. Media massa banyak yang memberitakannya. Kebingungan pun melanda rakyat Indonesia.

Wajar saja jika kritik berdatangan untuknya. Bahkan bukan hanya kritik, ada juga yang mencela dan menghujat Jokowi akibat ketidakmengertiannya atas persoalan bangsa, utamanya masalah ekonomi. Mungkin ini ‘pil pahit’ yang harus dan mau tidak mau harus ditelan Jokowi dan pendukungnya

Sumber : konfrontasi

Subscribe to receive free email updates: