Habib Rizieq: Pemerintah Jangan Hanya Buru Santoso, Tapi Juga Laskar Kristus Yang Bantai 2000 Muslim di Poso


FAKTAMEDIA.NET - Imam besar Front Pembela Islam, Habib Rizieq Syihab menghimbau kepada pemerintah Republik Indonesia untuk menangkap pelaku pembantaian Poso pada tahun 1998-2000. Menurutnya, pemerintah seharusnya tidak hanya memburu dan membunuh Santoso tapi juga harus memberangus Laskar Kristus.

“TEGAKKAN KEADILAN DI POSO … !!! Pemerintah RI di POSO jangan hanya menyerang Pesantren Ust.Adnan Arsal di Tanah Runtuh, menangkap Ust.Hasanuddin dan menahan Basri, lalu memburu dan membunuh Santoso cs dengan dalih Penegakan Hukum. Tapi Pemerintah jg wajib proses hukum hgg tuntas LASKAR KRISTUS yg bantai 2000 Umat Islam di Poso sepanjang thn 1998 hingga tahun 2000,” kata Habib dalam akun twitter pribadinya @syihabrizieq pada Selasa (26/07).

Selanjutnya, ia menyebutkan 16 nama yang terkait dengan kasus pembantaian umat Islam di Poso. “Sbgmn disebut dlm persidangan oleh tereksekusi mati Cornelis Tibo dkk, yaitu : 1. Yanis Simangunsong, 2. L Tungkanan, 3. Eric Rombot, 4. Mama Wanti, 5. Luther Maganti, 6. Drs. J. Santo, 7. J. Kambotji, 8. Drs. Sawer Pelima, 9. Pdt. Renaldy Damanik, 10. Paulus Tungkanan, 11. Angki Tungkanan, 12. Lempa Deli, 13. Yahya Patiro (mantan Sekab Poso), 14. Jenderal H, 15. Jenderal R, dan 16. Jenderal T,” jelasnya

Habib juga meminta kepada pemerintah untuk memeriksa wanita bernama Melly, wanita kelahiran Malei-Poso. Menurutnya, warga pernah menyaksikan Melly datang ke salah satu basis Kristen Poso, Tentena pada akhir Mei tahun 2000. Dalam kunjungan yang didampingi bule Belanda tersebut, setelah dari Tentena wanita itu lalu diantar ke Debua dan Sangginora, Poso Pesisir.

“Sehingga pada awal-awal konflik Poso bergulir, Melly santer “disebut-sebut” sebagai salah seorang “Pemasok Dana” untuk pihak Kristen. Hal tersebut sesuai dengan Laporan Majalah pekanan Al-Chairaat Edisi 07/Tahun ke-29 Minggu II, Sept 2000,” ungkapnya.

Maka ia meminta pemerintah menghadapkan mereka semua yang bersangkutan ke pengadilan untuk pembuktian salah atau tidak bersalah.

“Jika Pemerintah RI tdk proses hukum 17 nama tsb maka jgn salahkan Kalangan jihadis manapun yg buru & targetkan para Pembantai Umat Islam. Ayo …, tegakkan keadilan tanpa pandang SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan) … !!! Justice for All …Allaahu Akbar … !” pungkasnya.

Sumber : kiblat

Subscribe to receive free email updates: