Dulu Bilang Jeroan MAKANAN ANJING, Sekarang Impor Demi KEPENTINGAN RAKYAT


FAKTAMEDIA.NET - Tahun 2015 lalu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memutuskan menutup keran impor jeroan demi harga diri bangsa, jeroan menurutnya makanan anjing!

[Kompas, 27 Januari 2015]
Mentan: Jeroan Itu Makanan Anjing, Impor Saya Tutup

KOMPAS.com — Pemerintah akan menutup keran impor jeroan daging. Menteri Pertanian Amran Sulaiman beralasan, di luar negeri, jeroan bukan untuk makanan manusia.

"Jeroan kita impor. Itu makanan anjing-kucing di sana (luar negeri). Langsung saya tutup impornya," ujar Amran di Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (26/1/2015).

Amran menegaskan, jika Indonesia ingin dihargai, sebaiknya negara lain jangan mengekspor daging jeroan ke Tanah Air. Dengan penutupan jalur impor jeroan, Amran ingin Indonesia dihormati dan sejajar dengan bangsa lain.

"Saya ingin republik dihargai bangsa lain," ungkap Amran.


KINI berubah. Indonesia sekarang impor jeroan.

Dan seperti biasa, Menteri Jokowi pintar ngeles.

Ngelesnya pun bawa-bawa RAKYAT.

"Dulu Bapak sebut jeroan itu makanan anjing, bukan makanan manusia. Kenapa tiba-tiba membuka kran impor jeroan?" tanya wartawan.

"Itu benar semua. Kami tutup, kemudian kami buka tahun ini. Kita harus buka cakrawala orang berpikir. Jangan mengambil sepenggal-sepenggal sehingga tidak baik untuk negeri kita. Apa itu? Yang bertahan di dunia ini adalah perubahan dan kepentingan. Kenapa berubah? Ada
kepentingan. Kepentingan apa? Kepentingan negara, kepentingan rakyat. Kami ingin membuat regulasi yang semuanya dibangun untuk kepentingan rakyat. Jangankan Permentan, UU pun kami revisi kalau rakyat yang menginginkan," demikian jawab Menteri Pertanian Amran Sulaiman, seperti dikutip Solopos, Senin (18/7/2016). [Juga dikutip Kompas]

SAMPAH!

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, menyatakan selain merugikan konsumen, impor daging jenis jeroan adalah bentuk kebijakan yang merendahkan martabat masyarakat dan bangsa Indonesia. Sebab, jeroan di negara-negara Eropa justru untuk pakan anjing, dan tidak layak konsumsi untuk manusia.

Ia menilai, impor daging jenis jeroan merugikan konsumen, karena kandungan residu hormon pada jeroan sapi di negara yang membolehkan budidaya sapi dengan hormon sangat tinggi. Sehingga, tidak layak untuk konsumsi, karena membahayakan kesehatan manusia.

“Di beberapa negara, jeroan sapi bahkan diperlakukan sebagai sampah, dan ekspor jeroan sapi hanya untuk keperluan konsumsi non manusia. Jadi, silahkan pemerintah impor jeroan, tetapi bukan untuk konsumsi manusia,” ujarnya, Kamis (14/7).


Seorang petugas kesehatan melalui akun twitternya @marimar_auw protes keras impor jeroan:

"Jangan membodohi orang Indonesia !!! Impor jeroan bukan untuk tekan harga. Jeroan bukan bahan makanan pokok. Orientasinya profit," cuitnya (18/7).

Terus Mentan bilang DEMI KEPENTINGAN RAKYAT?
RAKYAT MANA?
Atau sekarang RAKYAT sudah dianggap ANJING?

Sumber : portalpiyungan

Subscribe to receive free email updates: