DPR Ngamuk ! Jokowi Agunkan BRI, BNI dan Mandiri untuk Utang Rp43,28 triliun ke Cina


FAKTAMEDIA.NET - Ketua Komisi VI DPR, Ahmad Hafisz Tohir mengkritik langkah Menteri BUMN Rini Soemarno memboyong tiga bank milik negara untuk berutang ke China. Ia yakin langkah Menteri Rini itu diketahui Presiden Jokowi.

Politikus PAN itu mengatakan, komisinya yang menjadi mitra BUMN, kecolongan karena tidak mendapat laporan soal kebijakan tersebut. “Sampai hari ini Komisi VI DPR RI belum mendapatkan laporan dari Rini Soemarno terkait kebijakan utang pada China Depelopment Bank (CDB) sebesar 3 miliar dolar untuk BRI, BNI dan Mandiri,” katanya.

Komisi VI pun akan meminta keterangan Menteri Rini soal kebijakan utang setara Rp43,28 triliun tersebut. Karena bila melihat pergerakan US dollar yang punya tren naik terus, maka dapat diprediksi pinjaman dalam bentuk USD suatu saat nanti pasti akan menjadi beban neraca pembayaran negara.

Dia memastikan pinjaman dalam USD terlalu berisiko. Pinjaman luar negeri sebaiknya yang pergerakannya mata uangnya tidak terlalu progresif seperti USD, misalnya Yen yang cenderung stabil. Menurutnya, sikap pemerintah yang mencari pinjaman di luar negeri menunjukkan bahwa likuiditas di dalam negeri sedang sulit, karena pasar modal mengalami capital fight yang terus menerus di bursa saham.

Pemerintah, lanjutnya, masih malu untuk menggunakan cadangan devisa yang kini kian menipis. Sehingga pemerintah masih mencoba berutang dengan menjadikan mesin BUMN yang masih kuat sebagai tameng karena masa keemasan Jokowi menurutnya telah berakhir.

Sumber : medansatu

Subscribe to receive free email updates: