DPR Minta Reklamasi Dihentikan Total, Bukan Hanya Pulau G, Kalian Setuju ?


FAKTAMEDIA.NET - Pemerintah telah resmi mengumumkan penghentian secara permanen reklamasi Pulau G di Teluk Jakarta oleh Menko Kemaritiman Rizal Ramli.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Daniel Johan menyebutkan bahwa sebaiknya dari awal dihentikan.

"Kalau memang reklamasi memiliki dampak negatif lingkungan, lebih baik semuanya dibatalkan, terutama yang memang belum dibangun. Jangan sebaliknya yang sudah dibangun dilarang, yang belum apa-apa malah diizinkan," kata Daniel Johan di Jakarta, Sabtu (02/07/2016).

Terkait kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, ia rasa kebijakan seperti itu selain tidak bijak malah justru pembongkaran yang sudah dibangun bisa menimbulkan masalah lingkungan baru yang lebih parah.

"Pemerintah sama saja memusnahkan aset nasional yang bernilai triliunan," kata politisi PKB itu.

"Kalau memang tidak boleh kenapa tidak dari awal dilarang, bahkan kenapa diberi izin. Hal-hal seperti ini yang membuat Indonesia sulit maju bahkan bisa mundur, karena hal-hal yang sudah ada dihancurkan, yang belum ada malah diuber-uber seperti getolnya pemerintah mengundang investor asing. Ini kekuatan dan aset nasional yang ada malah dibuat bangkrut, aneh," imbuh dia.
Ia menyarankan kepada pemerintah tidak memusnahkan aset nasional yang sudah terbangun, tapi wajibkan pengembang untuk melakukan segala hal agar dampak lingkungan yang ada bisa ditiadakan dan menyelamatkan aset yang sudah terbangun

"Sementara yang memang belum terbangun dihentikan saja. Jadi dorong pengembang untuk menyempurnakan segala aspek baik kepentingan negara, nelayan, dan lingkungan, misalnya nelayan harus diperhatikan sehingga keberadaan reklamasi justru semakin membuat nelayan sejahtera dengan membangun kampung nelayan yang terintegrasi dengan wisata bahari," kata Daniel.

"Negara jangan justru melemahkan kekuatan anak bangsanya sendiri, tapi wajib membina agar semakin kuat bersaing secara global dan menaati peraturan dan UU yang ada," pungkasnya.

Sumber : rimanews

Subscribe to receive free email updates: