Belasan Tewas Dalam Tragedi Brexit, Tak Ada Belasungkawa Jokowi


FAKTAMEDIA.NET - Tragedi Brexit di Brebes Timur Jateng memberi hikmah luar biasa bagi masyarakat dan negara karena di tengah suasana Idul Fitri tragedi itu mencuat dan mencetuskan keprihatinan yang amat dalam.

Sebanyak 17 pemudik meninggal dunia selama arus mudik Lebaran, sejak 29 Juni hingga 5 Juli ini di wilayah Kabubaten Brebes, Jawa Tengah. Sebagian dari korban tersebut meninggal saat kemacetan parah.

Tidak mengherankan kalau Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid meminta agar pemerintah menyampaikan permohonan maaf atas jatuhnya korban jiwa karena kemacetan panjang di jalur mudik Lebaran.

Menurut Hidayat, kejadian tersebut tidak lepas dari tanggung jawab pemerintah dalam menyediakan sarana dan prasarana bagi pemudik.

"Sampai hari ini kita tidak dengar pernyataan belasungkawa baik dari Presiden (Joko Widodo) atau Menteri Perhubungan (Iqnasius Jonan), termasuk pihak yang bertanggungjawab secara langsung terhadap masalah ini. Jadi, menurut saya penting pemerintah melakukan ini," ujar Hidayat saat ditemui di kediamannya, di Jakarta Selatan, Kamis (7/7/2016).

Padahal , kemacetan panjang pada jalur mudik seharusnya sudah dapat diantisipasi sejak awal oleh pemerintah pusat.

Pembangunan infrastruktur seperti jalan tol bebas hambatan dapat dibuat dengan memperhitungkan berbagai aspek keselamatan bagi pemudik.

Berbagai kalangan menyarankan agar pemerintah memberi kompensasi bagi pemudik, untuk menggratiskan biaya tol saat arus balik Lebaran. Dalam hal ini, pemerintah harus cepat melakukan antisipasi agar hal sebelumnya tidak terulang.

Kepala Pusat Krisis Kemenkes RI Achmad Yuri menjelaskan bahwa terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan para korban meninggal dunia.
Kelelahan dan kekurangan cairan dapat berdampak fatal, terutama untuk kelompok rentan seperti anak-anak, orang tua dan mereka yang memiliki penyakit kronis (hipertensi, diabetes atau jantung.


"Ditambah kondisi kabin kendaraan yang kecil, tertutup dan pemakaian AC yang terus menerus. Hal ini akan menurunkan kadar oksigen dan meningkatkan CO2," tambahnya,

"Ditambah kondisi kabin kendaraan yang kecil, tertutup dan pemakaian AC yang terus menerus. Hal ini akan menurunkan kadar oksigen dan meningkatkan CO2," tambah dia.

Untuk membantu para pemudik, Kemenkes telah menyiagakan 3.583 sarana kesehatan yang terdiri dari 870 posko kesehatan, 2.000 puskesmas, 371 rumah sakit, dan 207 Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menanggapi pemberitaan soal kemacetan di Tol Brebes Timur yang mengakibatkan 12 orang meninggal dunia.

"Kalau ada yang mengutip meninggal karena macet, kok saya baru tahu seumur hidup saya ada yang begitu?" ujar Jonan saat ditemui di Istana Wakil Presiden, Rabu (6/7/2016).

Seandainya kabar tersebut memang benar, Jonan tidak yakin penyebabnya adalah kemacetan luar biasa yang terjadi di Tol Pejagan-Pemalang tersebut. Jonan yakin faktor penyakit yang mereka idap menjadi penyebab utama.

Apapun argumentasi Menteri Jonan, jajaran kemenhub, Polri dan instansi terkait lainnya, sebaiknya menyiapkan segala sesuatunya yang lebih baik dan efektif terutama terkait arus balik ke Jakarta pekan ini. Jangan sampai tragedi kemacetan di Brexit itu berulang kembali.

Menhub, Kapolri, dan pejabat instansi terkait, tidak boleh lengah dan tak boleh abai dalam mengantisipasi dan melaksanakan lalulintas yang lancar bagi arus balik nanti, sebab kata orang bijak, hanya keledai yang terantuk batu yang sama.

Sumber : inilah

Subscribe to receive free email updates: