Bayar Rp 8 Juta, Warga Negara Cina Dapat KTP Aspal


FAKTAMEDIA.NET - Kantor Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta terus menelusuri kasus pemalsuan dokumen kependudukan Indonesia yang dilakukan Lin Chuan Hui, 24 tahun, warga negara Cina. Dari penyelidikan terungkap bahwa Lin membayar Rp 8 juta untuk mendapatkan paket yang terdiri atas kartu keluarga dan kartu tanda penduduk dari Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jakarta Barat serta akta kelahiran dari Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jakarta Pusat.

"Dokumen yang diduga palsu itu didapat dari seorang warga negara Indonesia dengan membayar Rp 8 Juta," ujar Kepala Imigrasi Soekarno-Hatta Sutrisno, Rabu, 25 Maret 2015

Warga negara Indonesia yang membantu Lin membuat dokumen palsu itu bernama A Hua, yang merupakan teman kerja Lin. Menurut Sutrisno, A Hua meminta bantuan seorang WNI lain untuk memproses pembuatan KK, KTP dan akta kelahiran palsu itu.

Lewat bantuan itu, syarat untuk membuat paspor terpenuhi satu per satu. KTP bernomor 6101050403910001 dan KK bernomor 3173011510141002 dikeluarkan oleh Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jakarta Barat pada 20 Oktober 2014. Sedangkan akta kelahiran nomor 5791/klt/-jp/2014 yang dikeluarkan Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jakarta Pusat pada 25 Juli 2014 menggunakan identitas Lin Chuan Huai yang disebut lahir di Sambas, 4 Maret 1991.

"Setelah dilakukan pengecekan data dalam dokumen kependudukan, identitas itu tidak terdaftar," kata Sutrisno.

Ia menegaskan, semua yang terlibat dalam pembuatan dokumen kependudukan palsu ini tengah ditelisik.

Lin ditangkap petugas Imigrasi Soekarno-Hatta pada 4 Maret lalu. Pria ini sudah 7 tahun tinggal di Indonesia dan menjabat komisaris di PT Putra Resource Indonesia, yang beralamat di Jalan Pangeran Jayakarta 127, Jakarta Pusat.

Ketika ditemui Tempo di Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta, ia menolak memberi keterangan. Ia hanya memberi isyarat dengan tangan tanda menolak diwawancarai.

Sumber : tempo

Subscribe to receive free email updates: