Akhirnya Prabowo Ceritakan Secara Gamblang Peristiwa 1998


FAKTAMEDIA.NET - Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto angkat bicara terkait isu kudeta dan anti-etnis Tionghoa saat menjadi Pangkostrad dengan 33 batalyon. Prabowo menegaskan tudingan itu hanya fitnah karena sebagai prajurit TNI, dirinya takut dengan UUD 1945.

“Saya waktu itu Pangkostrad dengan 33 batalyon, nyatanya apakah saya kudeta? Itu tidak akan saya lakukan karena sebagai prajurit sapta marga saya takut terhadap konstitusi UUD 1945,” seperti dilansir dari merdeka.com

Menanggapi isu tersebut, mantan Danjen Kopassus itu hanya diam. Dia menilai, waktu dan sejarah yang akan mengungkap kebenaran tersebut. “Saya lebih memilih diam menanggapi fitnah itu, biarlah waktu dan sejarah yang akan membuktikan. ‘Becik ketitik ala ketara’,” jelas Prabowo.

Diterpa fitnah, Prabowo mengibaratkan dirinya sebagai Bapak Pembangunan RRC, Deng Xiao Ping. Deng Xiao Ping pernah difitnah 3 kali, dipecat 3 kali dan dipenjara 3 kali sebelum memimpin kebangkitan China. Prabowo mengaku dirinya sebagai Deng Xiao Ping-nya Indonesia, meskipun dituduh dan difitnah tetapi bisa membawa kebangkitan rakyat Indonesia.

“Kalau saya kan hanya 1 kali dipecat, Alhamdulillah. Dan saya ingin menjadi Deng Xiao Ping-nya Indonesia,” harapnya.

Seperti diketahui, mantan Presiden RI, BJ Habibie kembali menceritakan lagi alasan pencopotan Prabowo dari jabatan Pangkostrad. Pada 22 Mei 1998, tepat sehari setelah Soeharto lengser, gejolak politik dan ekonomi sama sekali tidak terkendali.
Habibie dituntut untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut, salah satunya dengan membentuk kabinet baru. Berbagai masukan datang silih berganti termasuk dari Pangkostrad, yang saat itu dijabat Prabowo. “Dia (Prabowo) datang malam ngopi-ngopi. Saya dengarkan pendapatnya saya laksanakan menurut saya,” ujar Habibie.

Beberapa saat sebelum diumumkannya kabinet, panglima ABRI Jenderal Wiranto melaporkan pada Habibie ada pergerakan yang mengkhawatirkan.

“Ada Wiranto dia bilang pasukan Kostrad masuk ke Jakarta, pesawat sudah masuk ke bandara. Perintahkan semua kembali ke pangkalan. Kalau mereka tidak kembali ke pangkalan kita bisa kayak di Mesir, Myanmar, seperti sekarang,” terang Habibie semalam di gedung Gedung Pusat perfilman Usmar Ismail, Jakarta, Kamis (29/8).

Lantas, Habibie memerintah Wiranto untuk mencopot Pangkostrad, Prabowo.

sumber : merdeka

Subscribe to receive free email updates: