Ahok Maju Lewat Parpol, Politikus PDIP: Padahal Sejak Awal Dia Hina Parpol


FAKTAMEDIA.NET - Politikus PDI Perjuangan, Charles Honoris menilai, sikap Basuki Tjahaja Purnama maju pilkada DKI Jakarta melalui jalur partai Politik tak konsisten. Sejak awal, Ahok menggembar-gemborkan akan maju melalui jalur independen. Bahkan Ahok dan Teman Ahok sudah menghina dan menjelek-jelekkan partai politik.

Menurut Charles, sikap Ahok dan Teman Ahok yang menghina parpol itu sangat disayangkan. Jika benar nanti Ahok akan maju melalui jalur parpol, maka tuduhan dan hinaannya terhadap parpol yang meminta mahar pada calon kepala daerah hanya isapan jempol.

"Saya sangat menyayangkan, sejak awal dia sudah mencoreng parpol, bukan hanya Ahok, tapi juga Teman Ahok‎ sampai membuat karikatur PDIP sebagai hantu," tutur Charles Honoris di kompleks parlemen Senayan, Selasa (12/7).

Charles menambahkan, seharusnya sebagai seorang pemimpin atau kepala daerah, tidak menjelek-jelekkan partai politik. Kalau memang Ahok mau maju dari partai politik, maka tuduhannya dulu tidak memiliki bukti apapun. Sebab, Ahok yang akhirnya mengingkari kata-katanya ingin maju sebagai calon perseorangan di pilkada DKI Jakarta.

PDIP menegaskan belum menutup pintu kalau Ahok ingin merapat ke PDIP. ‎Namun, bergabungnya Ahok ke PDIP harus dengan syarat.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu datang ke PDIP secara baik-baik dan menjelaskan soal tudingan maupun hinaan yang pernah dilakukannya bersama Teman Ahok pada PDIP. Jadi, hal itu tergantung dari sikap Ahok sendiri.

"‎Kalau ingin gabung, harus dijelaskan baik-baik, selama ini kan belum pernah Ahok menjelaskan apa maksud serangan-serangannya dulu ke partai politik," tegas Charles.

Anggota Komisi I DPR RI ini menambahkan, PDIP tidak akan ikut mengusung atau mendukung calon perseorangan. PDIP masih menggodog nama kader-kader internal yang memiliki potensi diusung sebagai calon Gubernur DKI Jakarta. Dari kader internal, nama Djarot Syaiful Hidayat, Ganjar Pranowo maupun Tri Rismaharini menjadi kandidat kuat yang akan diundang ke Jakarta.

Sumber : republika

Subscribe to receive free email updates: