Negara Cekak, Prabowo Ingatkan Rezim Jokowi Jangan Bohong Jika Duit Sudah Tak Ada


FAKTAMEDIA.NET - Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla tidak perlu berbohong soal keuangan negara, di mana penerimaan negara semakin jauh di bawah target.

Peringatan keras itu disampaikan mantan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Suryo Prabowo di melalui akun Facebook. “Benar nih …. masih ada duitnya? Jangan bo’ong lagi ah,” tulis Suryo Prabowo.

Prabowo mengungkapkan, apabila dibandingkan tahun 2014 dan 2015, penerimaan negara saat ini semakin jauh di bawah target, sementara belanja cenderung stabil.

“Akibatnya, realisasi defisit meningkat hampir 3 kali lipat dibanding 2015. Sekarang sudah sentuh angka Rp 189 triliun,” ungkap Prabowo.

Menurut Prabowo, jika keuangan negara tidak dikelola dengan benar, akhir tahun 2016 defisit bisa tembus Rp – 450 triliun.
Diberitakan sebelumnya, pemerintah melakukan pemangkasan dana anggaran di sejumlah kementerian. Hal itu terkait sesuai dengan RAPBN Perubahan 2016.

Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI, M Misbakhun, mengingatkan Presiden Joko Widodo agar bertindak cermat dalam merevisi APBN 2016. Menurut Misbakhun, implikasi merevisi APBN 2016 yang berisi pemangkasan dana anggaran tidak saja berimbas secara ekonomi, tetapi juga psikologis.

“Jika pemerintahan Jokowi selalu merevisi anggaran belanjanya menjadi lebih rendah, maka lama-kelamaan kredibilitas Pak Jokowi akan jatuh. Pemerintahan Jokowi akan diragukan kompetensi dan kemampuannya dalam merancang serta mengeksekusi anggaran,” kata Misbakhun seperti dikutip kompas (11/06).

Sumber : intelijen

Subscribe to receive free email updates: