Mushola Pasar Ikan Digusur dan Diratakan Ahok, Namun Ahok Tak Setuju Gereja Pulomas Digusur


FAKTAMEDIA.NET - Satu banguan Gereja Protestan Minahasa di kasawan Pacuan Kuda Pulomas, Jakarta Timur rencana akan ikut digusur akibat dampak pengembangan sarana olahraga equestrian (lompat kuda) untuk kepentingan ASEAN Games 2018.

Namun pihak gereja tidak setuju. Pihak pengurus Gereja Protestan Minahasa pun mengaku telah menemui Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di kantornya.

Ahok menyatakan bahwa tempat ibadah nasrani tersebut tidak akan digusur. Selain itu, lanjut Richard, surat peringatan penggusuran yang dikeluarkan tidak mencantumkan nama Gubernur dan Wali Kota Jakarta Timur.

"Enggak ada paraf Gubernur apalagi Wali Kota Jakarta Timur. Cuma tulisan tembusannya saja," ungkap Richard, warga Pacuan Kuda Pulomas, Jumat (15/4/2016), seperti dilansir Okezone.

Kebijakan Ahok yang tidak akan melakukan penggusuran Gereja Protestan Minahasa di kasawan Pacuan


Kuda Pulomas, Jakarta Timur ini berbeda dengan kebijakan Ahok saat menggusur kawasan Pasar Ikan Luar Batang, Jakarta Utara.

Seperti diberitakan, pada Senin (11/4) pekan lalu, ribuan aparat dengan buldozer dikerahkan Ahok menggusur dan meratakan kawasan Pasar Ikan, termasuk Mushala Al Jamil, tempat ibadah umat Islam di Kampung Aquarium Pasar Ikan.

Pada hari pertama penggusuran (Senin), Mushala Al Jamil dipertahankan warga Kampung Aquarium, Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara.

Walau kondisi lokasi masih penuh debu dan puing, warga masih mempertahankan Mushala Al Jamil, bahkan beberapa warga duduk di atap mushala yang sudah dicabut kubahnya.

“Kemarin kami masih sempat adakan dzikir, sampai ada yang bocor kepalanya (warga) karena bertahan di dalam dan kena pukul petugas,” ujar salah seorang warga yang tak berkenan disebutkan namanya.

Namun akhirnya, pada Selasa (12/4/2016) siang Mushala Al Jamil akhirnya rata dengan tanah dibuldozer.

Mushala tersebut sudah rata dengan tanah setelah warga ngotot yang mempertahankan akan kena ciduk aparat.

“Mau gimana lagi, mbak, kita ngomong dikit saja sudah dicomot nanti sama petugas,” ungkap seorang warga kepada wartawan Tribunnews.

Kini, Mushala Al Jamil (foto atas) tinggal kenangan.

Sumber : portalpiyungan

Subscribe to receive free email updates: